Ratusan Siswa Terpapar Paham Radikal, Anggota DPR Tekankan Pentingnya Peran Orangtua
SinPo.id - Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, mengingatkan pentingnya peran orangtua dalam pendidikan anak. Hal itu ia merespons temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme tentang 112 siswa yang terpapar paham radikal dari media sosial dan game online.
Menurutnya, perilaku anak ditentukan oleh sistem pendidikan dan pola asuh yang didesain oleh orang tua di rumah. Termasuk dalam penggunaan teknologi berbasis digital seperti gadget, aplikasi atau platform media sosial, terutama melalui game online, dan sebagainya.
“Pembentukan karakter anak itu dimulai dari pola asuh, model-model pendekatan yang digunakan dalam mendidik anak di dalam rumah tangga. Termasuk pada aturan dan pengawasan penggunaan media sosial,” kata Meity, dalam keterangan persnya, dikutip Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menilai, orangtua perlu memberikan preferensi dan literasi pada anak soal pemahaman-pemahaman moderat dalam beragama, lingkungan sosial yang ideal, dan komunitas-komunitas yang positif dalam pengembangan kapasitas diri atau soft skill, guna mencegah paparan paham radikal.
Oleh sebab itu, kata Meity, tanggung jawab terhadap anak jangan pernah diabaikan. Orangtua harus memiliki kedekatan emosional agar dapat membangun komunikasi intensif dengan anak.
"Harus ada kedekatan emosional yang dalam lebih dulu antara anak dan orang tua. Ya, tidak selalu harus bersama secara fisik, tapi kehadiran sosok ibu dan bapak itu benar-benar dirasakan oleh anak. Kehadiran yang intensif itu dapat dibangun melalui komunikasi intensif, berikan perhatian yang cukup,” jelasnya.
