Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Pergantian

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 03 Juni 2026 | 00:24 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang. (SinPo.id/dok. BGN)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang. (SinPo.id/dok. BGN)

SinPo.id -  Presiden RI Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi melalui siaran pers, Selasa 2 Juni 2026 malam.

Selain mencopot Dadan Hindayana, Presiden juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Sebagai pengganti, Prabowo menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.

"Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru kami berharap untuk dapat segera konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah, provinsi maupun kabupaten/kota," ucap Prasetyo Hadi, dipantau dari Breaking News KompasTV.

Prasetyo menegaskan bahwa BGN memegang peran penting dalam mendukung agenda peningkatan kualitas gizi masyarakat. Karena itu, lembaga tersebut membutuhkan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan sesuai target.

Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo selama ini terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program BGN. Evaluasi dilakukan tidak hanya berdasarkan laporan internal pemerintah, tetapi juga masukan dari berbagai pihak.

Penyebab Pergantian Pimpinan BGN

Prasetyo mengungkapkan bahwa selama proses evaluasi, pemerintah menemukan sejumlah catatan yang menjadi dasar pertimbangan Presiden untuk melakukan pergantian pimpinan di lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis tersebut.

"Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki," kata Prasetyo Hadi.

Ia menyebut beberapa temuan yang menjadi perhatian pemerintah berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan tata kelola di lingkungan BGN. Salah satunya adalah masalah kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP).

"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah dalam menjalankan tata kelola, termasuk di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," lanjutnya.

Prasetyo menegaskan bahwa berbagai catatan tersebut menjadi pertimbangan utama Presiden Prabowo dalam melakukan pergantian pimpinan BGN setelah melalui proses evaluasi yang cukup panjang. "Beberapa hal tersebut yang menjadi dasar pertimbangan dalam satu setengah tahun ini," katanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI