PDIP soal Momen Prabowo Gandeng Megawati: Cerminkan Persahabatan dan Politik Kebangsaan

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08 WIB
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah. (SinPo.id/Istimewa)
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah. (SinPo.id/Istimewa)

SinPo.id - Momen bergandengan tangan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila dinilai mencerminkan hubungan persahabatan yang kuat sekaligus kesamaan pandangan kebangsaan yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menjelaskan bahwa hubungan Megawati dan Prabowo dapat dipahami melalui beberapa aspek, mulai dari persahabatan pribadi hingga komitmen bersama terhadap kepentingan bangsa dan negara.

"Perlu saya jelaskan, bahwa melihat hubungan Ibu Mega dan Presiden Prabowo dapat dilihat dalam beberapa aspek. Pertama aspek pertemanan lama. Kedua beliau ini menjadi sahabat yang sudah terjalin puluhan tahun," kata Said, dalam keterangan persnya, Selasa, 2 Juni 2026.

"Kedua beliau bahkan sama sama pernah berjuang dalam kontestasi pada pemilihan presiden tahun 2009, kedua beliau menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden," imbuhnya.

Menurutnya, hubungan kedua tokoh tetap terjalin baik meskipun berada dalam kontestasi politik yang berbeda pada berbagai pemilihan presiden setelah tahun 2009. Bahkan saat PDIP mencalonkan Joko Widodo pada pilpres tahun 2014 lalu.

"Hubungan dan silaturahmi kedua beliau tetap terjaga dengan baik. Persahabatan kedua beliau ini kokoh, bukan hanya sebatas pertemanan nasi goreng yang seringkali dilihat oleh publik. Pertemanan kedua beliau ini tulus, tak ada cela," ungkapnya.

Selain hubungan persahabatan, ia pun menyoroti posisi Megawati yang saat ini masih dipercaya memimpin lembaga strategis negara sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

"Kedua beliau memiliki pandangan yang sama, lembaga negara seperti BPIP memang harus di jabat oleh negarawan, sekaligus kegigihan seorang tokoh dalam menanamkan nilai nilai Pancasila," tuturnya.

"Urusan Pancasila ini melampaui segala galanya, dan itulah yang dipedomani oleh kedua beliau. Jadi kemesraan pada acara peringatan hari Pancasila itu manisfestasi dari hal ini," kata Said menambahkan.

Lebih lanjut, pihaknya juga menegaskan bahwa hubungan Megawati dan Prabowo dibangun di atas semangat politik kebangsaan yang menempatkan kepentingan negara di atas perbedaan politik praktis, dimana PDIP berperan sebagai partai penyeimbang, bukan musuh.

"Bagi saya, sosok kedua beliau ini sudah pada level political beyond, berpolitik untuk bangsa dan negara, bukan semata mata kekuasaan," lanjutnya.

Terakhir, kata Said, hubungan yang harmonis antara Megawati dan Prabowo selayaknya menjadi teladan bagi kader-kader PDIP dan Gerindra di parlemen. Terutama dalam saat berdiskusi atau bertukar pandangan dalam membahas kebijakan dan program program pemerintah.

"Meskipun dalam beberapa hal terjadi perbedaan pandangan, namun keduanya tetap memahami posisi masing masing dan saling menghargai sebagai sahabat politik yang tetap bisa bersinergi," tutupnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI