Dewan Persusuan Usul Peternakan Sapi Perah Masuk Program Swasembada Pangan
SinPo.id - Dewan Persusuan Nasional (DPN) mengusulkan agar usaha peternakan sapi perah, khususnya sapi perah rakyat, dimasukkan dalam program prioritas swasembada pangan. Karena, produksi susu segar dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan nasional selebihnya impor, dan populasi sapi perah juga masih kisaran 600 ribu ekor, rata-rata kepemilikan sapi perah rakyat sekitar 2 - 4 ekor.
"Oleh karena itu, DPN mengusulkan usaha peternakan sapi perah, khususnya peternakan sapi perah rakyat, menjadi bagian yang diprioritaskan dalam program swasembada pangan," kata Ketua DPN Teguh Boediyana dalam keterangannya, Senin, 1 Juni 2026.
Teguh menyampaikan, sudah 18 tahun Hari Susu Nusantara (HSN) diperingati sejak ditetapkan pada 2008, di mana salah satu tujuan penetapan HSN tanggal 1 Juni yaitu mendorong pertumbuhan peternakan sapi perah rakyat dan meningkatkan konsumsi susu segar. Namun, hingga kini tujuan tersebut belum nampak secara signifikan.
Sejauh ini, susu segar yang dihasilkan peternak sapi perah rakyat hanya sebagai bahan baku Industri Pengolahan Susu (IPS). Dan, nilai tambah serta keuntungan dari susu segar menjadi berbagai produk susu tersebut, tidak ikut dinikmati para peternak.
Untuk itu, lanjut Teguh, diperlukan keberanian politik dari pemerintah agar peternak sapi perah lebih sejahtera.
Pemerintah perlu menerbitkan peraturan, sekurang-kurangnya dalam bentuk Instruksi Presiden sebagai payung hukum untuk mempercepat perkembangan peternakan sapi perah rakyat. Tujuannya supaya dapat berperan besar untuk menciptakan lapangan kerja terutama untuk generasi muda serta swasembada susu.
Selain itu, memberi kesempatan kepada peternak sapi perah rakyat agar ikut menikmati nilai tambah dari susu segar yang mereka produksi.
Di sisi lain, dengan berkembangnya investasi peternakan sapi perah skala besar, hendaknya diatur terjadi kemitraan yang ideal dengan peternak sapi perah rakyat. Sekurang kurangnya 20 persen sapi perah skala besar diplasmakan kepada peternak sapi perah rakyat.
Hilirisasi usaha peternakan sapi perah rakyat perlu dipacu sehingga dapat berkontribusi signifikan dalam program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, dengan pertimbangan harga sapi perah impor sangat tinggi, DPN menyarankan adanya subsidi dalam upaya meningkatkan skala pemilikan sapi dari para peternak.
"Berbagai langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat industri persusuan nasional, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu dan bahan baku susu," tukasnya.
