Peringati Hari Pancasila, Legislator: Pancasila Fondasi Negara Indonesia

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 01 Juni 2026 | 12:57 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo. (SinPo.id/Berita Nasional/Elvis)
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo. (SinPo.id/Berita Nasional/Elvis)

SinPo.id - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo, menegaskan peringatan Hari Pancasila bukan hanya sekadar seremonial belaka, karena pancasila merupakan fondasi negara Indonesia.

“Peringatan 1 Juni bukan seremoni. Ini pengingat keras bahwa Pancasila adalah fondasi rumah besar bernama Indonesia. Kalau fondasinya retak, atapnya pasti bocor,” kata Firman, dalam keterangan persnya, dikutip Senin, 1 Juni 2026.

Menurutnya, terdapat tiga tantangan nyata yang membuat nilai-nilai Pancasila masih terasa jauh dari kehidupan sebagian masyarakat. Salah satunya adalah kesenjangan ekonomi.

Ia menilai sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia belum sepenuhnya dirasakan oleh petani, nelayan, pelaku UMKM, maupun para guru yang masih menghadapi berbagai hambatan dan regulasi yang memberatkan.

Kedua, polarisasi identitas. Ia mengatakan, sila ketiga tentang Persatuan Indonesia saat ini menghadapi ujian berat akibat perkembangan teknologi, penyebaran hoaks, serta maraknya politik identitas di media sosial.

Ketiga, lemahnya keteladanan. Menurutnya, penerapan sila kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab harus dimulai dari para pejabat, elite pemerintahan, dan tokoh masyarakat.

“Kami tidak minta Pancasila dihafal. Kami minta Pancasila dihidupi, dijiwai, dan dirasakan. Dari warung, sawah, pabrik, sampai kantor pemerintah. Kalau negara hadir untuk rakyat kecil, Pancasila akan hidup dengan sendirinya,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia mengusulkan agar pembacaan Pancasila dilakukan secara rutin di sekolah-sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, disertai menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Tak hanya di sekolah, Firman juga meminta agar budaya serupa dapat diterapkan di lingkungan pemerintahan mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga pemerintah pusat. Sehingga ideologi Pancasila akan lebih mudah dipahami, dijiwai, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI