Tren Halal Dunia Meningkat, Kemendag Dorong Produk RI Perluas Akses Pasar Global

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 01 Juni 2026 | 12:41 WIB
Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri (SinPo.id/ Dok. Kemendag)
Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri (SinPo.id/ Dok. Kemendag)

SinPo.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri, mendorong perluasan akses pasar global bagi produk halal Indonesia guna mengoptimalkan potensi industri halal yang terus berkembang. Upaya ini penting untuk meningkatkan kontribusi produk halal Indonesia di pasar internasional.

"Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, Indonesia harus menjadi negara yang tangguh (resilient). Oleh karena itu, Kemendag terus berupaya membuka akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian dagang dengan berbagai negara agar peluang ekspor bagi pelaku usaha Indonesia makin luas," kata Roro saat penutupan International Halal Brands and Food Expo (IHBF) 2026, dikutip Senin, 1 Juni 2026. 

Roro memastikan, pemerintah terus mendorong pembukaan pasar baru di berbagai kawasan potensial, seperti Amerika Latin, Afrika, Amerika Utara, dan kawasan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk-produk Indonesia, termasuk produk halal agar makin diterima di pasar global.

Menurut Roro, potensi ekonomi halal dunia terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan berbagai proyeksi global, nilai pasar halal dunia mencapai US$ 3,2 triliun pada 2025. Karena itu, Indonesia perlu meningkatkan pemanfaatan peluang tersebut melalui penguatan daya saing dan ekspor produk halal.

Roro menguraikan, pada 2025, nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai US$ 63,42 miliar, sementara impornya sebesar US$ 12,24 miliar. Dengan demikian, Indonesia membukukan surplus perdagangan produk halal sebesar US$ 51,17 miliar.

"Meski neraca perdagangan produk halal kita sudah mencatatkan surplus yang positif, kami berharap capaian ekspor tersebut dapat terus meningkat sehingga produk halal Indonesia makin mendominasi pasar global," imbuhnya. 

Berdasarkan data Kemendag, ekspor produk halal Indonesia pada periode Januari—Maret 2026 mencapai US$ 15,64 miliar atau meningkat 2,52 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Adapun struktur ekspor produk halal Indonesia masih didominasi oleh kelapa sawit dan turunannya senilai US$ 34,16 miliar, diikuti produk fesyen Muslim sebesar US$ 8,67 miliar, serta bahan kimia untuk kosmetik halal yang mencapai US$ 5,46 miliar.

Adapun negara tujuan utama ekspor produk halal Indonesia antara lain Tiongkok dengan nilai US$ 10,73 miliar dan Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 10,16 miliar, India senilai US$ 5,07 miliar, dan Malaysia yang mencapai US$ 3,21 miliar.

Untuk mendukung peningkatan ekspor, Kemendag terus memperkuat berbagai instrumen fasilitasi perdagangan yang salah satunya melalui program usaha mikro, kecil, dan menangah (UMKM) BISA Ekspor. Pada Januari-April 2026, UMKM BISA Ekspor mencatat 278 kegiatan yang terdiri atas 146 pitching dan 132 pertemuan dengan buyer. 

Kegiatan ini melibatkan 552 pelaku usaha dan menghasilkan capaian transaksi sebesar US$ 107,34 juta yang terdiri atas pesanan pemberlian (purchase order) sebesar US$ 11,72 juta dan potensi transaksi senilai US$ 95,62 juta.

Selain itu, Kemendag juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan platform digital Inaexport sebagai etalase produk Indonesia di pasar internasional. Pelaku usaha juga dapat memperoleh pendampingan melalui Export Center yang saat ini telah hadir di Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan.

Lebih lanjut, Roro mengundang pelaku usaha dan produsen produk halal Indonesia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026. TEI menjadi salah satu sarana strategis untuk memperluas jejaring bisnis dan memperkenalkan produk halal Indonesia kepada pembeli mancanegara.

"Kami ingin makin banyak produk halal Indonesia tampil di panggung internasional. Melalui TEI dan berbagai program fasilitasi ekspor lainnya, kami berharap produk-produk unggulan Indonesia makin dikenal dan dipercaya oleh pasar dunia," pungkasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI