Tentara Israel Sebut Gencatan Senjata di Gaza Sebagai Lelucon
SinPo.id - Seorang tentara Israel sekaligus prajurit cadangan yang tak ingin disebutkan namanya memberikan kesaksian tentang gencatan senjata yang rapuh di Gaza dan menyebutnya sebagai lelucon.
Selama berlangsungnya gencatan senjata, ia mengatakan melihat rekan-rekannya terus melakukan pembunuhan terhadap warga Gaza tanpa pandang bulu, termasuk anak-anak yang sedang bermain.
Mereka bahkan berteriak kegembiraan, dan saling memberi selamat setelah menembak sebuah kendaraan milik warga Palestina yang melaju di dekat wilayah Jalur Gaza yang dikuasai Israel, hingga menewaskan semua orang di dalamnya.
"Pemandangan seperti ini telah menjadi hal biasa setelah gencatan senjata yang rapuh mulai berlaku pada bulan Oktober," kata tentara Israel tersebut, dilansir dari AP, Senin, 1 Juni 2026.
Dalam beberapa minggu ia ditempatkan di Gaza, ia melihat tentara Israel menikmati kesempatan untuk membunuh mereka yang melintasi atau hampir melintasi apa yang disebut garis kuning yang membagi Jalur Gaza menjadi wilayah yang dikuasai Israel dan Palestina.
“Itu seperti hutan belantara. Setelah gencatan senjata, perintahnya adalah: Jika seseorang melintasi garis itu, tembak mereka," ungkapnya.
Bahkan menurutnya, beberapa komandan hanya basa basi terhadap kesepakatan gencatan senjata maupun batas garis kuning. Karena secara pribadi mereka menyatakan keinginan agar perang di Gaza berlanjut.
"Rasanya pembunuhan tidak pernah berhenti di tengah kesepakatan yang rapuh. Gencatan senjata adalah lelucon,” ungkapnya.
