Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Warga Palestina Tewas Saat Libur Idul Adha Meski Gencatan Senjata

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 01 Juni 2026 | 01:34 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/Al Jazeera)
Ilustrasi. (SinPo.id/Al Jazeera)

SinPo.id -  Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 33 warga Palestina tewas akibat tembakan dan serangan militer Israel selama libur Idul Adha yang berlangsung empat hari. Selain itu, lebih dari 130 orang lainnya mengalami luka-luka sejak hari pertama perayaan yang dimulai pada Rabu 27 Mei 2026.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (31/5/2026), Kementerian Kesehatan Gaza menyebut satu warga Palestina meninggal dunia dan delapan lainnya terluka dalam 24 jam terakhir akibat tembakan pasukan Israel di Jalur Gaza.

Dengan tambahan korban tersebut, jumlah korban jiwa selama masa libur Idul Adha meningkat menjadi 33 orang.

Serangan tersebut terjadi meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat masih berlaku di Gaza sejak 10 Oktober 2025.

Sumber medis sebelumnya mengatakan seorang warga Palestina meninggal dunia pada Minggu dini hari akibat luka berat yang dideritanya setelah terkena serangan Israel di Kota Gaza pada Sabtu (30/5/2026).

Rumah Sakit Terancam Berhenti Beroperasi

Di tengah meningkatnya jumlah korban, kondisi layanan kesehatan di Gaza juga semakin mengkhawatirkan.

Direktur Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah, mengatakan ruang operasi rumah sakit terpaksa dihentikan karena generator listrik mengalami kerusakan akibat blokade berkepanjangan yang menyebabkan keterbatasan pasokan.

Direktur rumah sakit, Riad Hussein, memperingatkan bahwa fasilitas kesehatan tersebut berada di ambang penghentian total layanan.

“Penutupan total rumah sakit akan segera terjadi jika situasi ini berlanjut,” kata Hussein.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah unit vital lainnya, termasuk ruang perawatan intensif (ICU), layanan cuci darah, dan perawatan bayi baru lahir juga berisiko berhenti beroperasi dalam waktu dekat apabila kondisi tersebut tidak segera teratasi.

Korban Terus Bertambah Meski Ada Gencatan Senjata

Menurut data Kantor Media Pemerintah Gaza, lebih dari 925 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 2.810 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025.

Gencatan senjata tersebut mengakhiri perang yang berlangsung selama dua tahun di Gaza sejak Oktober 2023.

Berdasarkan data otoritas Palestina, konflik tersebut telah menyebabkan hampir 73.000 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 172.000 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak.

Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza hingga kini masih menjadi perhatian berbagai organisasi internasional, terutama terkait akses layanan kesehatan, pasokan listrik, bantuan kemanusiaan, serta perlindungan terhadap warga sipil di wilayah konflik.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI