AS Tegaskan Siap Lanjutkan Perang Jika Kesepakatan dengan Iran Gagal

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 31 Mei 2026 | 05:39 WIB
Presiden AS Donald Trump (SinPo.id/Getty Images)
Presiden AS Donald Trump (SinPo.id/Getty Images)

SinPo.id -  Amerika Serikat memperingatkan bahwa mereka “lebih dari mampu” untuk melanjutkan perang dengan Iran apabila kesepakatan damai yang tengah dibahas menemui jalan buntu. Peringatan ini muncul setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa setiap perjanjian harus memenuhi garis merahnya, termasuk larangan mutlak bagi Teheran untuk mengembangkan senjata nuklir.

Sumber-sumber AS menyebutkan bahwa rancangan kesepakatan sudah menunggu persetujuan Trump, namun ia belum mengambil keputusan setelah rapat di Situation Room Gedung Putih. Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan di Singapura bahwa Washington siap melanjutkan operasi militer kapan saja.

Ketegangan meningkat setelah serangan udara AS terhadap pelabuhan Bandar Abbas dibalas dengan tembakan dari pihak Iran. Media resmi Iran melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka menembak jatuh sebuah drone yang disebut milik “musuh agresor AS-Zionis.”

Trump menyatakan bahwa syarat utama kesepakatan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, serta penghancuran persediaan uranium yang diperkaya milik Iran. Namun, media Iran menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada klausul semacam itu dalam teks perjanjian.

Di sisi lain, konflik di Lebanon terus berlanjut. Israel memperingatkan warga di tujuh desa selatan untuk segera mengungsi, sementara pasukan mereka semakin masuk ke wilayah Lebanon. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyerukan kepada AS agar mendorong tercapainya gencatan senjata, meski pertempuran dengan Hezbollah masih berlanjut.

Situasi ini menunjukkan bahwa diplomasi masih berjalan, tetapi ketidakpastian tetap tinggi. Kedua pihak terus menyampaikan pesan yang menenangkan pendukung masing-masing, namun kebenaran di balik pernyataan mereka masih belum jelas.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI