Kementan Siapkan Bone Jadi Percontohan Peternakan Ayam Rakyat
SinPo.id - Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai lokasi utama pengembangan peternakan ayam terintegrasi yang melibatkan peternak rakyat dan badan usaha milik negara (BUMN) pangan. Program tersebut disiapkan sebagai model nasional pengembangan industri unggas berbasis kemitraan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan Bone dipilih karena memiliki ekosistem peternakan yang dinilai siap serta dukungan pemerintah daerah yang kuat.
“Kalau Bone berhasil, Inshaallah tempat lain berhasil,” kata Agung dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurut Agung, Sulawesi Selatan menjadi salah satu dari lima provinsi prioritas pengembangan hilirisasi ayam nasional. Provinsi tersebut dinilai memiliki basis peternak rakyat yang kuat dan didukung ketersediaan jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak.
Dia mengatakan pemerintah merancang sistem yang menghubungkan seluruh rantai usaha peternakan, mulai dari penyediaan bibit, pakan, budidaya, hingga penyerapan hasil produksi.
Dalam model tersebut, kata dia, peternak rakyat ditempatkan sebagai bagian utama dari ekosistem usaha yang dibangun pemerintah bersama BUMN pangan.
“Negara melalui BUMN akan menyiapkan bibit dan pakannya, kemudian akan menyerap hasilnya. Semangat inilah yang digagas oleh Bapak Menteri Pertanian,” ujar Agung.
Menurut dia, pola kemitraan itu diharapkan dapat mengurangi risiko usaha peternak sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi mereka.
Agung menyebut Kementerian Pertanian juga menempatkan program tersebut sebagai bagian dari proyek strategis nasional yang diarahkan untuk memperkuat industri peternakan rakyat dalam jangka panjang.
“Ini adalah proyek strategis nasional yang dijaga untuk membangun ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi sekaligus memperkuat posisi peternak rakyat,” kata Agung.
Dia pun berharap pengembangan peternakan ayam terintegrasi di Bone dapat menjadi acuan bagi daerah lain dalam membangun industri unggas modern yang melibatkan peternak rakyat, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan peternak.
