Transjakarta Diminta Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan APBD
SinPo.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencari terobosan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan agar tidak terus bergantung pada subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Dimaz, kebutuhan subsidi untuk layanan transportasi publik masih cukup besar. Di sisi lain, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadapi tekanan fiskal akibat penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
“Makanya saya kasih tantangan kepada Transjakarta bagaimana mensinergikan ide yang bagus atau program yang baik bisa mengurangi angka subsidi yang sampai sekarang itu masih besar, tanpa mengurangi manfaat kepada masyarakat,” kata Dimaz, Sabtu, 30 Mei 2026.
Dia menilai subsidi tetap dibutuhkan untuk menjaga keterjangkauan layanan transportasi publik bagi masyarakat. Namun, menurut Dimaz, kondisi keuangan daerah membuat pemerintah perlu mencari alternatif untuk mengurangi beban anggaran tanpa menurunkan kualitas pelayanan.
Dimaz mengatakan, inovasi bisnis dan pengembangan sumber pendapatan baru dapat menjadi salah satu solusi yang perlu didorong oleh perusahaan transportasi milik daerah tersebut.
Kendati demikian, dia menilai opsi menaikkan tarif Transjakarta belum tepat diterapkan dalam waktu dekat. Pertimbangannya, kata dia, kondisi ekonomi masyarakat dan daya beli warga saat ini masih belum cukup kuat untuk menanggung tambahan biaya transportasi.
“Kalau dinaikkan tarif sekarang mungkin belum tepat. Namun ini juga jadi dilema karena angka APBD kita berkurang jauh akibat DBH berkurang,” tuturnya.
Dimaz menuturkan, usulan dan evaluasi terhadap kinerja badan usaha milik daerah akan menjadi bahan masukan dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) mendatang.
Selain sektor transportasi, dia juga menyoroti transformasi PAM Jaya. Menurut dia, perubahan yang dilakukan perusahaan air minum daerah itu diharapkan dapat mempercepat pencapaian target layanan air bersih bagi seluruh warga Jakarta.
“Saya harap PAM bisa mempercepat target untuk 100 persen cakupan layanan air di Jakarta,” tandasnya.
