Rano: IWDF Perkuat Posisi Jakarta sebagai Kota Global

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:52 WIB
Wagub DKI Jakarta Rano Karno (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Wagub DKI Jakarta Rano Karno (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 di Pos Bloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Mei 2026. 

Festival yang menjadi bagian dari peringatan Hari Tari Sedunia itu disebut sebagai salah satu upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global berbasis budaya menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.

Rano mengatakan penyelenggaraan IWDF tahun ini menunjukkan peningkatan partisipasi dibanding tahun sebelumnya. 

Adapun sebanyak lebih dari 1.200 peserta dari sekitar 80 sanggar tari ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Festival itu juga dihadiri sekitar 10 ribu pengunjung.

“Kalau tahun 2025 pesertanya lebih dari 800 orang, sekarang sudah mencapai 1.200 orang. Hampir 80 sanggar terlibat, bahkan juga mengundang peserta dari Korea. Ini menandakan bahwa tari di dunia sudah menjadi bagian dari kolaborasi budaya,” kata Rano, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurut dia, meningkatnya keterlibatan komunitas tari dan peserta dari luar negeri menunjukkan semakin kuatnya posisi Jakarta sebagai ruang pertemuan budaya internasional.

Selain menjadi ajang pertukaran budaya, Rano menilai festival tersebut juga memberikan dampak ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Berbagai agenda budaya yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam beberapa bulan terakhir, kata dia, turut mendorong aktivitas ekonomi di Ibu Kota.

“Kondisi ekonomi dunia memang sedang menghadapi berbagai tantangan. Namun kita tidak boleh terjebak dalam situasi itu. Karena itu, kita harus melakukan creative financing, bukan hanya melalui sektor ekonomi, tetapi juga lewat kebudayaan, kreativitas, dan olahraga,” ujar dia. 

Rano mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong kegiatan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan kota. Menurut dia, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif dan penguatan identitas Jakarta.

Dia pun berharap IWDF dapat terus berkembang sebagai ruang yang mempertemukan generasi muda, komunitas kreatif, dan pelaku seni dari berbagai daerah maupun negara.

“Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai panggung budaya dunia. Untuk perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027, kami sedang menyiapkan berbagai agenda internasional yang melibatkan lebih banyak negara dan perwakilan dari berbagai benua,” kata Rano.

IWDF 2026 diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Rosmala Sari Dewi. Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain parade tari, lokakarya, battle dance fusion, pertunjukan seni, flashmob, festival tari, serta penampilan bintang tamu nasional dan internasional di sejumlah lokasi di Jakarta.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI