Chusnunia: Piala Dunia Harus jadi Momentum Kebangkitan UMKM

Laporan: Juven Martua Sitompul
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:34 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim. Istimewa
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim. Istimewa

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim (Nunik) berharap hajatan besar Piala Dunia yang akan berlangsung mulai Juni 2026 akan berdampak langsung pada peningkatan UMKM di Indonesia.

"Terlebih stasiun kebanggan kita TVRI akan menyiarkan langsung pertandingan-pertandingan Piala Dunia yang bisa dinikmati masyarakat dan seperti biasanya nobar-nobar akan digelar yang harapannya bisa menggerakan perekonomian rakyat khususnya para pelaku UMKM," kata Nunik dalam keterangannya, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.

Dia berharap Piala Dunia dapat menjadi roda penggerak utama bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Terlebih, pemeritnah telah mengizinkan para pelaku UMKM dan warung kopi menggelar acara nobar tanpa perlu membayar biaya lisensi, dengan syarat mendaftarkan kegiatan tersebut melalui situs resmi dan tidak bersifat komersial.

"Momentum nonton bareng (nobar) yang menjamur di berbagai daerah berdampak langsung pada lonjakan omzet pedagang makanan dan minuman, warung kopi, hingga penyedia jasa transportasi," ucapnya.

Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga mengatakan bahwa hajatan-hajatan besar seperti Piala Dunia diprediksi mendorong peningkatan daya beli masyarakat yang akan mendorong pertumbuhan UMKM.

Piala Dunia 2026 diselenggarakan di tiga negara Amerika Utara, yaitu Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Pertandingan Pembuka: Digelar di Estadio Azteca, Mexico City pada 11 Juni 2026.

Sementara itu, Pertandingan Final: Digelar di MetLife Stadium, New York New Jersey pada 19 Juli 2026. Sebanyak 104 pertandingan dapat disaksikan secara gratis melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport pada 11 Juni sampai 19 Juli 2026.

"Momentum Piala Dunia 2026 tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dan olahraga, tetapi juga untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi lokal," kata dia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI