RI Tekankan Pentingnya Dukungan RCEP-CPTPP untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Kawasan

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 24 Mei 2026 | 23:18 WIB
Ilustrasi pelabuhan peti kemas (SinPo.id/Pixabay)
Ilustrasi pelabuhan peti kemas (SinPo.id/Pixabay)

SinPo.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menekankan pentingnya dukungan anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dalam menjaga stabilitas kawasan di tengah dinamika global bersama-sama. Hal ini untuk menghadapi ketegangan geopolitik serta disrupsi pada logistik dan rantai pasok global.

"Indonesia mengajak anggota RCEP dan CPTPP untuk terus mendorong upaya bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global. Dalam hal ini, termasuk menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian perdagangan internasional," kata Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag RI, Johni Martha, dalam dialog RCEP dan CPTPP di Suzhou, China, dikutip Minggu, 24 Mei 2026. 

Johni menyampaikan dukungan Indonesia  terhadap perdagangan multilateral yang terbuka, inklusif, nondiskriminatif, dan berbasis aturan. Indonesia memandang masih terdapat peluang untuk memperkuat kerja sama ekonomi kawasan Asia Pasifik. 

Upaya ini dapat ditempuh melalui peningkatan akses pasar, fasilitasi perdagangan, penguatan rantai pasok regional, serta pengembangan kerja sama di bidang ekonomi digital dan ekonomi hijau.

Sebagai Co-Chair RCEP, lanjut Johni, Indonesia menilai RCEP telah menunjukkan perannya sebagai kerja sama ekonomi kawasan yang strategis dan berorientasi ke depan. RCEP pun perlu tetap terbuka dan inklusif di tengah berbagai perkembangan. 

"RCEP telah menunjukkan perannya dalam kerja sama yang strategis dan berorientasi ke depan. Untuk itu, implementasi RCEP perlu terus diperkuat dengan tetap menjaga sifatnya yang terbuka dan inklusif," ujar Johni.

Sementara itu, terkait peran serta Indonesia di kawasan Asia Pasifik, Indonesia terus memperkuat keterlibatannya dalam berbagai kerja sama ekonomi di kawasan. Hal tersebut tercermin dari partisipasi aktif Indonesia dalam implementasi RCEP serta proses aksesi Indonesia ke dalam CPTPP yang telah dimulai sejak 2024. 

Dan saat ini, Indonesia juga tengah melanjutkan pembahasan dengan negara-negara anggota CPTPP. "Indonesia pun telah memperoleh dukungan dari sejumlah anggota untuk pembentukan Accession Working Group bagi Indonesia," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI