Wamenkes Soroti Anak Kena Diabetes dan Jantung di Usia Muda
SinPo.id - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyoroti meningkatnya ancaman penyakit tidak menular pada anak-anak dan remaja di Indonesia, seperti diabetes hingga penyakit jantung.
Menurut dia, kondisi itu dipicu minimnya aktivitas fisik serta pola hidup yang tidak sehat sejak dini.
“Anak-anak sekarang cenderung mengalami penyakit seperti diabetes, jantung, dan sebagainya. Penyebabnya karena kurang aktivitas fisik, kurang tidur, serta tingginya asupan gula, garam, dan lemak,” kata Dante, Minggu, 24 Mei 2026.
Dante mengatakan peran keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat anak. Dia mengajak para orang tua lebih aktif membangun kedekatan dengan anak melalui olahraga dan aktivitas fisik bersama.
“Saya mengajak orang tua sekalian untuk menjaga kesehatan anak-anak. Bonding mengenai kesehatan, komunikasi supaya anak mau curhat, itu faktor penting pendekatan kesehatan di keluarga,” tuturnya.
Menurut Dante, perhatian orang tua terhadap anak tidak semestinya hanya berfokus pada capaian akademik. Dia menilai kesehatan fisik dan mental anak harus menjadi perhatian utama agar mereka dapat tumbuh optimal.
“Tubuh mereka adalah modal untuk mencapai cita-cita di masa depan. Jagalah kesehatan dari sekarang, tidak menunggu nanti,” ujar Dante.
Dante juga membandingkan angka harapan hidup Indonesia dengan sejumlah negara Asia lainnya. Dia menyebut angka harapan hidup masyarakat Indonesia masih tertinggal dibanding Singapura, Jepang, dan Hong Kong.
“Singapura mencapai 83 tahun, Jepang 84 tahun, Hong Kong 85 tahun, sementara Indonesia masih sekitar 71 tahun,” ungkapnya.
Karena itu, kata dia, Kementerian Kesehatan mendorong perubahan paradigma kesehatan masyarakat dari pendekatan pengobatan menjadi pencegahan penyakit.
Dante pun menilai langkah preventif perlu dimulai sejak anak masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama.
“Kesehatan masyarakat tidak hanya mengobati orang sakit, tetapi menjaga supaya tetap optimal dan sehat. Paradigma kesehatan harus diubah dari kuratif menjadi preventif dan promotif,” tandasnya.
