Jelang Armuzna, Wamenhaj Cek Distribusi Makanan Siap Santap untuk Jemaah

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 24 Mei 2026 | 21:17 WIB
Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau pemondokan jemaah haji Indonesia di kawasan Syiyah, Makkah (SinPo.id/Kemenhaj RI)
Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau pemondokan jemaah haji Indonesia di kawasan Syiyah, Makkah (SinPo.id/Kemenhaj RI)

SinPo.id -  Naib Amirulhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengecek persiapan distribusi makanan siap santap atau ready to eat (RTE) di dua dapur konsumsi yang berada di Daerah Jabal Nur dan Ash Shara'i. Pada inspeksi ini, Dahnil ditemani dua anggota Amirulhaj 2026, yaitu Komjen Pol (Purn) Suntana dan Heri Hermansyah.

Menurut Dahnil, konsumsi merupakan isu krusial yang menjadi faktor penting sukses dan tidaknya penyelenggaraan haji. Karena itu, ia beserta rombongan Amirulhaj kelompok KH Hasyim Asyari mengecek ketersediaan dan kesiapan dapur dalam mendistribusikan makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk konsumsi jemaah pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah.

"Jadi, (kami mengecek) apakah distribusinya sudah tersedia di sini, kemudian apakah sudah didistribusikan ke hotel-hotel jemaah," kata Dahnil, dikutip, Minggu, 24 Mei 2026.

Sebab, kata Dahnil, distribusi RTE untuk konsumsi jemaah haji pra Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) idealnya sudah dilakukan dua hari sebelumnya atau 22-23 Mei. "Ini contoh yang akan dibawa dan diterima jemaah," imbuhnya.

Dapur konsumsi jemaah yang berada di wilayah Jabal Nur tersebut, kata Dahnil, akan mendistribusi paket RTE ke tiga hotel atau hampir empat ribuan jemaah. "Mereka sudah distribusikan hari ini," sambungnya.

Namun demikian, kata Dahnil, beberapa dapur lain belum siap distribusi hari ini [Jumat, 22 Mei 2026]. "Kami ingin pastikan nanti malam semuanya harus sudah terdistribusikan," kata Wamenhaj.

Hal tersebut penting dipastikan, kata Dahnil, karena persoalan yang sering muncul saat menjelang puncak haji hingga selesai mabit di Mina pada 13 Dzulhijjah, salah satunya terkait konsumsi. Ini terjadi karena lalu lintas saat puncak haji sangat padat dan sejumlah jalan ditutup sehingga mempersulit distribusi makanan.

"Makanya, makanannya harus makanan yang ready to eat atau makanan yang tahan lama," kata Dahnil.

Jemaah haji Indonesia pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah akan mendapatkan enam paket makanan siap santap. Paket makanan ini tidak perlu dibawa ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) karena di sana akan mendapatkan paket RTE lagi yang jumlahnya 15 porsi.

Sementara enam porsi yang didistribusikan di hotel-hotel jemaah, rinciannya sebagai berikut: Konsumsi jemaah pada 7 Dzulhijjah tiga kali, yaitu pagi, siang, dan malam. Sementara pada 8 Dzulhijjah, jemaah hanya dapat satu paket RTE untuk sarapan pagi. Sedangkan pada 13 Dzulhijjah dapat dua porsi untuk makan siang dan malam.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI