Menkop: Ekosistem Ekonomi Syariah Harus Jadi Gerakan Kolaboratif

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 24 Mei 2026 | 18:39 WIB
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono (SinPo.id/ Dok. Kemenkop)
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono (SinPo.id/ Dok. Kemenkop)

SinPo.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan pentingnya menjadikan ekonomi syariah sebagai gerakan kolaboratif yang inklusif. Karenanya, sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mengakselerasi ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

"Ekonomi syariah harus menjadi gerakan kolaboratif yang inklusif dengan mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat sipil dalam satu gerak langkah," kata Ferry dalam agenda Sharia Economic Leaders Forum (SELF) 2026 di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026. 

Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini memaparkan langkah konkret yang siap diambil oleh pemerintah melalui Kemenkop. Pihaknya berkomitmen penuh untuk bersinergi dengan MES demi mendorong pertumbuhan sektor riil, khususnya bagi perkembangan koperasi.

Kemenkop akan berfokus pada penguatan pembiayaan produktif guna memperluas akses bagi koperasi dan UMKM halal. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen memacu lahirnya koperasi produksi baru yang berbasis pada potensi industri halal spesifik di tiap-tiap wilayah.

"Kami juga tengah mengembangkan model bisnis koperasi modern. Model ini tidak hanya dirancang untuk menjaga kepatuhan syariah, tetapi juga wajib terintegrasi dengan teknologi digital dan mampu menembus jaringan pemasaran global," terang Menkop.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI