Perkuat Literasi Pangan, BULOG Gandeng Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 24 Mei 2026 | 14:17 WIB
FGD Mahasiswa Bandung bersama Perum BULOG (Sinpo.id/tim media)
FGD Mahasiswa Bandung bersama Perum BULOG (Sinpo.id/tim media)

SinPo.id - Perum BULOG mendorong kalangan mahasiswa untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama perwakilan mahasiswa se-Bandung di Kompleks Pergudangan Utama BULOG Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu, 23 Mei 2026, BULOG memperkuat literasi pangan sekaligus mengajak generasi muda menjadi agen perubahan di sektor pangan.

Kegiatan bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” itu menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa untuk memahami lebih dekat sistem pengelolaan pangan nasional, khususnya peran BULOG dalam menjaga cadangan beras pemerintah.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak melihat langsung proses pengelolaan stok pangan di gudang BULOG, mulai dari sistem penyimpanan, pengawasan kualitas beras, hingga infrastruktur logistik yang menopang distribusi pangan nasional.

Direktur Utama mengatakan, swasembada pangan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk kontribusi aktif kampus sebagai pusat ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami isu pangan sebagai wacana akademik, tetapi juga harus ikut berkontribusi dalam membangun solusi berbasis ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial.

“Mahasiswa dan kampus memiliki peran penting untuk ikut memahami, mengawal, dan mendukung agenda besar swasembada pangan melalui ilmu pengetahuan, inovasi, serta kepedulian terhadap isu pangan,” ujar Rizal dalam keterangannya.

Ia menilai literasi pangan perlu diperkuat agar generasi muda memahami bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi hasil pertanian, tetapi juga pengelolaan cadangan, distribusi, hingga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“Penguatan swasembada pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga kemampuan negara menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, dan memastikan pangan tetap tersedia serta terjangkau bagi masyarakat,” katanya.

Sebagai bagian dari edukasi, BULOG juga memaparkan sejumlah capaian sektor pangan nasional. Berdasarkan data , Indonesia tercatat berada di posisi kedua dunia dalam kenaikan produksi padi, di antara Brasil dan Myanmar.

Di sisi lain, BULOG saat ini mengelola stok beras sekitar 5,36 juta ton, yang disebut sebagai stok tertinggi dalam sejarah. Untuk mendukung pengelolaan tersebut, BULOG memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 6,2 juta ton yang akan terus diperkuat seiring meningkatnya produksi nasional.

Tak hanya itu, pada tahun ini BULOG juga berencana menambah infrastruktur pascapanen di 100 titik sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pangan nasional.

Melalui kegiatan bersama mahasiswa ini, BULOG berharap kampus tidak hanya menjadi ruang pendidikan formal, tetapi juga pusat lahirnya gagasan, riset, dan inovasi yang mampu mendukung masa depan pangan Indonesia. Mahasiswa pun diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat membangun kesadaran publik tentang pentingnya ketahanan pangan berkelanjutan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI