Kemenhaj Dinilai Sukses Susun Skenario Detail Hindari Penumpukan Jemaah Haji

Laporan: Firdausi
Minggu, 24 Mei 2026 | 11:48 WIB
Wakil Menteri Agama RI Romo Muhammad Syafi'i. (SinPo.id/dok. Kemenag)
Wakil Menteri Agama RI Romo Muhammad Syafi'i. (SinPo.id/dok. Kemenag)

SinPo.id -  Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafii menilai kinerja Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam mengelola operasional ibadah haji tahun ini jauh lebih bagus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dibuktikan berdasarkan pengalamannya yang sudah empat kali menjadi pengawas haji.

"Hari ini saya menyaksikan yang spesial. Sesuatu yang baru hari ini saya saksikan. Dan ini luar biasa pada kementerian, dan terima kasih kepada Presiden yang sudah mempercayakan Kementerian Haji kepada Gus Irfan dan Pak Dahnil Anzar," kata Romo Syafii, Minggu, 24 Mei 2026.

Romo mengatakan, pelayanan yang diberikan saat ini merupakan lompatan luar biasa yang menjawab mimpi besar jemaah haji Indonesia. Salah satu hal yang paling menyita perhatian adalah persiapan matang menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

"Saya kira ini mimpi besar yang dirindukan oleh segenap jemaah haji dari Indonesia. Saya sampai terharu," ungkap Romo.

Selain itu, lanjutnya, Kemenhaj juga berhasil menyusun skenario yang sangat detail dan sistematis untuk mengurai potensi penumpukan jemaah. Di antaranya yang paling krusial adalah skenario pergerakan jemaah dari hotel yang diatur secara rigid agar tidak terjadi penumpukan di area lobi.

Kemudian kepastian kecukupan tenda yang kini dilengkapi dengan identitas kloter, bahkan direncanakan hingga berbasis nama per jemaah (by name). 

"Jaminan ketersediaan makanan (termasuk Ready to Eat atau RTE) serta pos-pos khusus yang menyediakan minuman, makanan ringan, dan kurma dan direncanakan bukan cuman kloternya tapi per tenda ada by name," ucapnya.

Dia juga memuji skenario pergerakan jemaah yang dirancang fleksibel namun teratur, seperti skema mabit dengan metode murur serta program tanazul. "Saya melihat Kemenhaj benar-benar serius memberikan pelayanan terhadap dhuyufurrahman (tamu Allah) yang berasal dari Indonesia," terangnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI