Video Ejek Aktivis Kemanusiaan Beredar, Menteri Keamanan Israel Dilarang Masuk Prancis

Laporan: Galuh Ratnatika
Minggu, 24 Mei 2026 | 09:16 WIB
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir (SinPo.id/dok. Anadolu)
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir (SinPo.id/dok. Anadolu)

SinPo.id - Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menginjakkan kaki di Prancis setelah beredarnya video dimana ia terlihat mengejek para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla.

Dalam rekaman tersebut, Ben-Gvir, anggota partai sayap kanan Otzma Yehudit, terlihat mengibarkan bendera Israel besar di atas para tahanan yang tampaknya tangannya diikat di belakang punggung.

Ia juga terlihat mengejek seorang tahanan yang berlutut dengan pergelangan tangan terikat, sambil berteriak "Am Yisrael Chai", yang dalam bahasa Ibrani berarti "bangsa Israel hidup". Kemudian dalam rekaman video lain terlihat para tahanan bersujud di lantai saat lagu kebangsaan Israel diputar.

"Mulai hari ini, Itamar Ben-Gvir dilarang memasuki wilayah Prancis. Keputusan ini menyusul tindakannya yang tak terucapkan terhadap warga negara Prancis dan Eropa yang merupakan penumpang Armada Global Sumud," kata Barrot, dilansir dari Sky News, Minghu, 24 Mei 2026.

"Kita tidak dapat mentolerir bahwa warga negara Prancis dapat diancam, diintimidasi, atau diperlakukan secara brutal dengan cara ini - terlebih lagi oleh seorang pejabat publik," imbuhnya.

Para aktivis yang ditahan juga menceritakan perlakuan buruk pasukan Israel terhadap mereka. Mereka dianiaya dengan pemukulan, penggunaan alat kejut listrik, dan anjing penyerang. Namun dalam kesempatan lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengutuk perlakuan Ben-Gvir terhadap para tahanan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI