Jemaah Haji Diimbau Bijak Konsumsi Vitamin C Selama di Tanah Suci, Berikut Anjurannya
SinPo.id - Tim kesehatan haji mengingatkan jemaah agar tidak sembarangan mengonsumsi vitamin C dosis tinggi selama berada di Tanah Suci. Konsumsi vitamin C berlebihan tanpa pengawasan dinilai dapat memicu gangguan lambung hingga membebani fungsi ginjal, terutama di tengah cuaca panas yang rentan menyebabkan dehidrasi.
Hal tersebut disampaikan Tim Kesehatan Haji Sektor 1 Daker Bandara, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, menanggapi banyaknya jemaah yang membawa stok vitamin C 1000 mg untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak tertular flu selama ibadah haji.
Menurut Fathi, niat menjaga imunitas memang baik, namun konsumsi vitamin C tetap harus sesuai kebutuhan tubuh.
“Tubuh memiliki batas maksimal dalam menyerap vitamin C. Pada orang dewasa, laki-laki hanya membutuhkan sekitar 90 mg per hari dan perempuan sekitar 75 mg untuk menjaga daya tahan tubuh,” ujarnya, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kelebihan vitamin C yang tidak digunakan tubuh akan dibuang melalui urin. Namun jika dikonsumsi berlebihan dan disertai kurang minum air putih, kondisi itu dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
Fathi juga mengingatkan pentingnya waktu konsumsi vitamin C. Ia menyarankan vitamin diminum saat perut terisi agar tidak mengiritasi lambung dan penyerapannya lebih optimal.
“Vitamin C sebaiknya diminum setelah makan, terutama setelah makan malam. Pada malam hari tubuh juga sedang fokus melakukan perbaikan sel dan produksi kolagen,” katanya.
Selain itu, vitamin C juga berfungsi membantu penyerapan zat besi dari makanan. Karena itu, konsumsi vitamin C dianjurkan bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi seperti daging sapi, ikan, ayam, telur, bayam, kacang-kacangan, dan kismis.
Namun, ia mengingatkan agar jemaah tidak meminum teh bersamaan dengan vitamin C karena teh dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.
Di tengah suhu panas Arab Saudi, jemaah juga diminta memperbanyak konsumsi air putih. Menurut Fathi, vitamin C dosis tinggi tanpa asupan cairan yang cukup dapat mengendap dan memperberat kerja ginjal.
Tim kesehatan haji juga mengimbau jemaah lebih mengutamakan sumber vitamin alami dari buah-buahan yang tersedia di katering, seperti jeruk, apel, atau pir. Selain lebih mudah diserap tubuh, buah juga mengandung serat yang baik bagi kesehatan.
“Kalau muncul keluhan seperti perih di ulu hati, mual, atau warna urin menjadi pekat setelah minum vitamin, segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan petugas kesehatan,” ujarnya.
Sebagai kesimpulan, tim kesehatan menyarankan konsumsi vitamin C dalam dosis harian sekitar 75–100 mg dan diminum setelah makan malam untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama menjalankan ibadah haji.
