Program MBG Serap 1,28 Juta Pekerja, Dorong Ekonomi Rakyat dari Hulu ke Hilir

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 24 Mei 2026 | 00:05 WIB
Wapres Gibran Rakabuming meninjau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Kristen Yahukimo (Ashar/Foto: Setwapres/SinPo.id)
Wapres Gibran Rakabuming meninjau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Kristen Yahukimo (Ashar/Foto: Setwapres/SinPo.id)

SinPo.id -  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi nasional. Badan Gizi Nasional (BGN) dalam laporan terbaru, Jumat (22/5), mencatat program ini telah melibatkan 1,28 juta pekerja di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Dalam keterangan resmi, Badan Komunikasi Pemerintah RI menyebutkan data tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna DPR RI ke-19, Rabu (20/5). “Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani, peternak, dan nelayan kita,” ujar Presiden.

Para pekerja bertugas menyiapkan makanan bergizi bagi 62,45 juta penerima manfaat, yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan santri.

Rantai Pasok dan Dampak Ekonomi

Selain penyerapan tenaga kerja, MBG juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok bahan pangan. Hingga 22 Mei 2026, tercatat 142.387 pemasok terlibat dalam program ini, terdiri dari:

UMKM: 59.921 pemasok

Koperasi: 13.306 pemasok

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP): 690 pemasok

BUMDes: 1.410 pemasok

BUMDesma: 157 pemasok

Penyedia lainnya: 66.903 pemasok

BGN menegaskan, program ini menciptakan permintaan bahan pangan dalam jumlah besar secara berkelanjutan. Sebagai ilustrasi, satu SPPG membutuhkan sekitar 200 kg beras per hari (4,8 ton per bulan), 2.800 ekor ayam per bulan, serta 450 liter susu per hari untuk memenuhi 3.000 porsi MBG.

Dorongan Ekonomi Nasional

Dengan skala kebutuhan tersebut, MBG tidak hanya berfungsi sebagai program gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir. Permintaan bahan pangan yang stabil memberi kepastian pasar bagi petani, peternak, dan nelayan, sekaligus membuka peluang usaha bagi UMKM dan koperasi di berbagai daerah.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI