Legislator NasDem Terima Audiensi Grenpace Bahas Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Laporan: Juven Martua Sitompul
Jumat, 22 Mei 2026 | 08:45 WIB
Ilustrasi. Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)
Ilustrasi. Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Anggota Komisi IV DPR RI Arif Rahman menerima audiensi Grenpace bersama pengurus pusat Duta Petani Milenial/Andalan Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk membahas penguatan ketahanan pangan dan pengembangan hilirisasi sektor perkebunan nasional.

Pertemuan Arif dengan Direktur Utama Grenpace Heru Saoping tersebut membahas berbagai strategi pengembangan komoditas unggulan perkebunan, mulai dari kelapa, lada, kakao, kopi hingga komoditas potensial lainnya yang dinilai mampu menopang swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Hari ini menerima audiensi bersama Greenpace serta pengurus pusat Duta Petani Milenial/Andalan Kementerian Pertanian RI untuk membahas penguatan swasembada dan ketahanan pangan yang berkelanjutan," kata Arif dalam pertemuan di Pertemuan digelar di ruangan anggota DPR Fraksi Nasdem, di Komplek Parlemen, Jakarta, pada Kamis, 21 Mei 2026. 

Dalam audiensi itu, Grenpace memaparkan gagasan pengembangan sektor perkebunan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi pembibitan modern, serta hilirisasi berbasis potensi daerah.

Salah satu fokus yang mendapat perhatian adalah pengembangan komoditas kelapa di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Banten. Potensi besar kedua wilayah tersebut dinilai dapat dioptimalkan melalui pendekatan berbasis kearifan lokal yang dipadukan dengan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil perkebunan.

"Diskusi ini menyoroti pengembangan sektor perkebunan seperti kelapa, lada, kakao, kopi, dan komoditas lainnya, khususnya potensi besar kelapa di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Melalui pendekatan teknologi pembibitan modern, pendidikan SDM, serta hilirisasi berbasis potensi lokal, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Sekjen MPN Pemuda Pancasila ini.

Menurut Legislator NasDem ini, keberhasilan program hilirisasi dan penguatan ketahanan pangan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, petani muda, dunia usaha, dan masyarakat agar sektor pertanian mampu menjadi tulang punggung perekonomian daerah maupun nasional.

"Sinergi antara pemerintah, petani muda, dan berbagai elemen masyarakat menjadi langkah penting untuk menghadirkan pembangunan pertanian yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing bagi Banten serta Indonesia," tegasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI