Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Simbol Toleransi di Jakarta

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 17 Mei 2026 | 23:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Kelenteng Tian Fu Gong (SinPo.id/ Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Kelenteng Tian Fu Gong (SinPo.id/ Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Kelenteng Tian Fu Gong di kawasan Riverwalk Island PIK 2, Jakarta Utara, Minggu, 17 Mei 2026. 

Dia menyebut pembangunan rumah ibadah itu menjadi simbol toleransi dan keberagaman di tengah upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global.

Menurut Pramono, pembangunan kota tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kemampuan menjaga harmoni sosial dan kehidupan spiritual masyarakat.

“Pembangunan kelenteng ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol penting keharmonisan, persatuan, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama dalam kehidupan masyarakat Jakarta,” kata Pramono dalam sambutannya.

Adapun Kelenteng Tian Fu Gong dibangun di kawasan Riverwalk Island PIK 2 yang juga menghadirkan sejumlah rumah ibadah lain dalam satu area, mulai dari masjid, rumah ibadah umat Buddha, hingga rencana pembangunan gereja Katolik.

Pramono menilai keberadaan berbagai rumah ibadah dalam satu kawasan mencerminkan praktik toleransi yang nyata di Indonesia. 

“Kalau ada empat tempat ibadah di sini dan semuanya rukun, inilah cermin keberagaman yang harus kita jaga bersama,” ujar dia.

Dia mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjaga kebebasan beragama dengan memastikan masyarakat memiliki ruang ibadah yang aman dan layak.

“Jakarta sebagai kota global yang maju, inklusif, dan berkelanjutan tentu menjadi harapan kita bersama,” kata Pramono. 

“Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen mendukung kebebasan beragama,".tambahnya.

Selain fungsi spiritual, Pramono berharap Kelenteng Tian Fu Gong dapat berkembang menjadi pusat interaksi sosial dan pelestarian budaya masyarakat Tionghoa sekaligus memperkuat sektor wisata religi di Jakarta.

“Saya berharap kelenteng ini menjadi pusat interaksi sosial yang menebarkan semangat kemanusiaan tanpa memandang perbedaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga menyoroti potensi kawasan PIK 2 sebagai destinasi wisata baru berbasis religi dan budaya. Menurut Pramono, pemerintah daerah sedang mempertimbangkan pengembangan konektivitas transportasi menuju kawasan tersebut, termasuk kemungkinan pembangunan jalur LRT.

“Saya melihat potensi kawasan ini sangat besar. Dengan konektivitas transportasi yang semakin baik, saya yakin kawasan ini akan menjadi magnet baru wisata religi dan budaya di Jakarta,” tandasnya. 

Sebagai informasi, Kelenteng Tian Fu Gong berada di kawasan PIK 2 yang dikembangkan sebagai area terpadu dengan konsep wisata, komersial, dan ruang publik.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI