Soroti Kecelakaan Bus ALS dan Truk BBM, DPR: Perlu Ada Evaluasi Menyeluruh

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 07 Mei 2026 | 21:56 WIB
Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi (SinPo.id/ Tim Media)
Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi (SinPo.id/ Tim Media)

SinPo.id - Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, kecelakaan tragis antara Bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang menewaskan sedikitnya 16 orang.

Menurutnya, peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan moda transportasi yang terus berulang. Sehingga harus menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kebijakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi nasional.

“Kita tidak boleh terus-menerus menjadikan kecelakaan sebagai rutinitas berita. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam tata kelola transportasi. Jangan sampai mobilitas tinggi dibayar dengan hilangnya nyawa rakyat,” kata Abdul, dalam keterangan persnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia pun mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan, termasuk aspek kelayakan kendaraan, kondisi jalan, standar operasional perusahaan transportasi, hingga pengawasan terhadap jam kerja dan kondisi pengemudi.

Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan terhadap armada angkutan umum dan kendaraan logistik yang beroperasi di jalur-jalur rawan kecelakaan, terutama pada perjalanan jarak jauh lintas provinsi.

“Kecelakaan transportasi hampir selalu berulang dengan pola yang sama. Artinya, ada persoalan sistemik yang harus segera dibenahi. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama dan tidak dikalahkan oleh kelalaian maupun lemahnya pengawasan,” tuturnya.

Abdul juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban, dan meminta agar seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis maksimal, dengan memastikan korban mendapatkan haknya, termasuk santunan dan pendampingan.

“Kita berharap tragedi ini menjadi momentum pembenahan serius sistem transportasi nasional agar lebih berorientasi pada keselamatan manusia,” katanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI