Legislator NasDem: Kerja Sama Indonesia-Jepang Perkuat Stabilitas Kawasan

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 04 Mei 2026 | 18:58 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini. Istimewa
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini. Istimewa

SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai kerja sama antara Republik Indonesia (RI) dan Jepang di bidang pertahanan memperkuat stabilitas kawasan.

Menurutnya, dengan membangun kerja sama strategis tersebut, Indonesia tidak terjebak dalam blok kekuatan tertentu. Terlebih, Indonesia tetap konsisten menjalankan politik bebas aktif.

"Kolaborasi ini berpotensi memperkuat stabilitas kawasan, khususnya dalam menghadapi tantangan non-tradisional seperti keamanan maritim, perlindungan jalur laut, serta ancaman hibrida," kata Amelia di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.

Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini menyatakan kesepakatan itu tidak hanya bersifat simbolik, tetapi memiliki implikasi konkret terhadap peningkatan interoperabilitas militer, transfer pengetahuan, serta penguatan kapasitas pertahanan Indonesia di tengah dinamika keamanan regional yang semakin kompleks.

Dengan kapabilitas teknologi pertahanan yang maju, Amelia menilai bahwa Jepang merupakan mitra penting dalam mendukung modernisasi alutsista dan pengembangan sumber daya manusia pertahanan Indonesia.

Maka dari itu, Wakil Rakyat asal Dapil Jawa Tengah (Jateng) VII ini menilai kolaborasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama pertahanan Indonesia telah memasuki fase yang lebih maju, terukur, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang nasional.

"Harus dilihat sebagai langkah strategis yang mencerminkan semakin eratnya kemitraan pertahanan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI memastikan Indonesia akan memperkuat kerjasama militer dengan Jepang di bidang industri pertahanan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kerja sama di bidang industri pertahanan dengan Jepang merupakan langkah strategis karena akan berdampak pada penguatan industri pertahanan dalam negeri.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI