Legislator PDIP Dukung Dirut KAI Lakukan Perbaikan Berbasis Data
SinPo.id - Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka berharap insiden tragis yang terjadi di dunia perkeretaapian Indonesia beberapa hari belakangan harus menjadi momentum untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Rieke menegaskan kereta api adalah transportasi publik strategis. Tapi sampai hari ini, tata kelolanya masih belum jelas.
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini mengatakan peraturan yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 telah mengamanatkan pembentukan badan usaha prasarana.
Namun, kata dia, implementasinya belum tuntas dan masih terjadi tumpang tindih kewenangan antara DJKA dan KAI. Pihaknya mendukung secara penuh Dirut PT.KAI, (Persero), untuk melakukan perbaikan berbasis data.
"Saya mendukung Dirut KAI, Pak Bobby yang terus mendorong perbaikan berbasis data transparansi, dan kepatuhan regulasi," kata Rieke dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Sebelumnya, leristiwa tragis melibatkan taksi online, KRL, dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek menelan korban jiwa dan luka-luka. Berdasarkan data hingga Rabu 29 April 2026, total korban mencapai 106 orang.
Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka. Rinciannya, 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan. Sementara itu, 16 penumpang lainnya meninggal dunia.
Rieke mengatakan kecelakaan kereta api yang memakan korban jiwa tersebut harus jadi momentum untuk pembenahan sistem bukan hanya evaluasi biasa.
"Tragedi Bekasi Timur harus jadi momentum pembenahan sistem, bukan sekedar evaluasi teknis. Percepatan Peraturan Presiden tentang tata kelola prasarana perkeretaapian ini adalah kunci untuk memastikan kejelasan tata kelola dan keselamatan Perkeretaapian nasional Mari kita Kawal bersama," kata dia.
