Ekspor Produk Kerajinan Tembus US$806 Juta, Kemenperin: Harus Dioptimalkan
SinPo.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, ekspor industri barang kerajinan nasional pada 2025, tembus mencapai US$ 806,63 juta atau tumbuh 15,46 persen dibandingkan 2024 sebesar US$ 698,62 juta. Tren positif ini berlanjut pada Januari 2026, dengan nilai ekspor mencapai US$ 52,38 juta atau naik 19,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Potensi industri kerajinan masih dapat terus dioptimalkan. Kita perlu mendorong pelaku IKM untuk terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar global," kata Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, dalam keterangannya, Minggu, 3 April 2026.
Reni memastikan, pihaknya akan terus mengakselerasi daya saing pelaku industri kerajinan di daerah agar mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan daya saingnya. Karena itu, Ditjen IKMA menggelar Pendampingan Teknis Diversifikasi Produk IKM Kerajinan di Kabupaten Cirebon pada 14–17 April 2026. Cirebon dipilih sebagai lokasi pendampingan lantaran dikenal memiliki beragam produk kerajinan khas dan berkualitas.
Menurut Reni, meskipun terkenal dengan produk kerajinannya, pelaku IKM di Cirebon tetap memerlukan pendampingan agar semakin berani menerapkan diversifikasi produk sesuai tren pasar. Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat membantu membaca tren pasar dan mengembangkan ide kreatif baru.
"Pelaku IKM juga dituntut memperkuat strategi pemasaran melalui platform digital agar produk mereka mampu bersaing di pasar domestik dan menjangkau pasar internasional secara lebih luas," ujarnya.
Kemenperin secara rutin juga menyelenggarakan berbagai program peningkatan daya saing IKM kerajinan melalui bimbingan teknis dan pendampingan, fasilitasi pameran dalam dan luar negeri, layanan klinik kemasan, fasilitasi Kekayaan Intelektual (KI), fasilitasi mesin dan peralatan, sertifikasi produk, restrukturisasi mesin/peralatan, serta program e-smart IKM. Kemenperin juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan sentra IKM kerajinan di berbagai wilayah Indonesia.
Terpisah, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, sektor industri kerajinan masih terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Selain dikenal sebagai penghasil devisa, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
"Konsumen dan buyer produk kerajinan kini semakin menyukai produk yang spesifik, unik, namun tetap memiliki fungsi yang baik, serta memiliki nilai tambah yang berbeda dari lainnya. Karena itu, diversifikasi produk menjadi kunci penting agar produk kerajinan Indonesia semakin kompetitif melalui berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan dan selera pasar," kata Agus.
Menurut Agus, dinamika pasar yang terus berkembang menuntut pelaku industri untuk sigap beradaptasi dan berinovasi. Diversifikasi produk kerajinan termasuk yang diperlukan, agar hasil karya industri kecil dan menengah mampu menjangkau pasar yang lebih luas serta beragam.
"Diversifikasi produk adalah penambahan ragam produk secara horizontal dengan tetap menggunakan bahan baku dan proses produksi yang hampir sama. Strategi ini bertujuan memperluas segmen dan target pasar tanpa harus membangun lini produksi baru dari awal," kata Agus.
