Komisi IV DPR Soroti Tersendatnya Realisasi Bantuan Pangan
SinPo.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyoroti tersendatnya realisasi bantuan pangan (Banpang) periode Februari dan Maret 2026, yang memicu kenaikan harga sejumlah komoditas di berbagai daerah.
Pasalnya, dari total 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng yang dialokasikan untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM), realisasi penyalurannya baru mencapai 23,46 persen.
“Seharusnya, daerah yang mengalami kenaikan harga ini tak bertambah signifikan, jika Banpang mampu menuntaskan beban tugasnya,” kata Alex, dalam keterangan persnya, dikutip Kamis, 30 April 2026.
Ia menilai, keterlambatan penyaluran bantuan pangan juga berpotensi melemahkan fungsi intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya pada komoditas strategis seperti minyak goreng dan beras.
Terlebih berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minyak goreng di 224 kabupaten/kota pada pekan keempat April 2026, meningkat dibanding pekan sebelumnya yang terjadi di 207 kabupaten/kota.
Selain minyak goreng, tekanan harga juga mulai terlihat pada komoditas pangan lainnya. Bahkan data BPS juga menunjukkan tren kenaikan harga terjadi di lebih dari separuh wilayah Indonesia,
Oleh sebab itu, Alex meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk memastikan stabilitas harga sekaligus mempercepat penyaluran bantuan pangan.
“Naiknya harga beras dan minyak goreng, kemudian disusul gula merupakan alarm bagi pemerintah, untuk segera berbenah. (Jadi) cermatlah membaca data perkembangan di lapangan, tak sekadar data-data yang disampaikan staf di meja kerja,” tandasnya.
