DPR Sebut Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Daycare Little Aresha Tak Dapat Ditoleransi
SinPo.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mengecam keras kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, yang diduga menimpa sedikitnya 53 anak.
Menurutnya, peristiwa yang memprihatinkan tersebut merupakan tragedi kemanusiaan. Karena anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan pengasuhan yang layak.
“Ini tidak dapat ditoleransi,” kata Netty, dalam keterangan persnya, Selasa, 28 April 2026.
Ia menilai, kasus tersebut harus menjadi alarm nasional, mengingat sistem pengasuhan anak di Indonesia masih menghadapi persoalan serius, baik dari sisi regulasi, pengawasan, maupun ketersediaan layanan pengasuhan yang aman dan terjangkau.
“Daycare seharusnya menjadi ruang aman bagi anak ketika orang tua bekerja. Ketika tempat penitipan justru menjadi lokasi kekerasan, maka yang runtuh bukan hanya rasa aman anak, tetapi juga kepercayaan masyarakat," ungkapnya.
Pihaknya juga menyoroti adanya persoalan struktural dalam kasus tersebut. Pasalnya, banyak keluarga berpenghasilan rendah, terpaksa menitipkan anak karena tuntutan ekonomi, sementara akses terhadap layanan pengasuhan yang berkualitas, aman, dan terjangkau masih sangat terbatas.
"Persoalan pengasuhan anak tidak boleh lagi dipandang sebagai urusan domestik semata. Ini adalah isu pembangunan manusia dan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan negara,” tegasnya.
