Percepat Digitalisasi Kopdes, Komdigi  Dorong Efisiensi Usaha hingga Integrasi Rantai Pasok

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 26 April 2026 | 17:49 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid mengunjungi Koperasi Al Ittifaq (SinPo.id/ Dok. Komdigi)
Menkomdigi Meutya Hafid mengunjungi Koperasi Al Ittifaq (SinPo.id/ Dok. Komdigi)

SinPo.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan mempercepat digitalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih untuk memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa. Ada tiga fokus utama yang didorong, yaitu meningkatkan efisiensi usaha, mengintegrasikan rantai pasok, dan memperluas akses pasar bagi koperasi serta pelaku usaha lokal.

Menurut Menteri Komdigi, Meutya Hafid, digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi langkah nyata untuk memperbaiki cara koperasi bekerja.

"Digitalisasi harus berdampak langsung: lebih efisien, pasar makin luas, dan usaha koperasi makin kuat," kata Meutya saat mengunjungi Koperasi Al Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dikutip Minggu, 26 April 2026. 

Meutya menilai, Koperasi Al Ittifaq layak menjadi contoh praktik yang baik. Karena berhasil mengintegrasikan usaha dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga distribusi. Sistem digital yang digunakan membantu perencanaan produksi lebih akurat, menjaga kualitas produk, hingga mempercepat distribusi ke pasar.

Model ini juga membuat pasokan lebih terjaga dan meningkatkan kepercayaan mitra usaha.

Pemerintah mendorong praktik seperti ini direplikasi di berbagai daerah. Dengan sistem manajemen berbasis digital, koperasi dapat mengelola produksi, stok, hingga distribusi secara lebih tertata dan terukur, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain itu, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. Pemanfaatan limbah produksi sebagai pakan ternak, serta penguatan rantai pasok lokal, terbukti mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan nilai tambah. Pendekatan ini dinilai dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Untuk mempercepat implementasi, pemerintah mendorong kolaborasi antara koperasi yang sudah maju dengan KDMP di berbagai daerah. Kolaborasi ini penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan memperkuat kelembagaan koperasi.

Peran generasi muda juga dinilai krusial. Pelajar, khususnya dari sekolah menengah kejuruan, diharapkan ikut terlibat dalam digitalisasi koperasi, mulai dari pengelolaan teknologi hingga inovasi model bisnis.

"Strateginya adalah memperluas praktik baik yang sudah terbukti. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi yang tangguh," kata Meutya.

Sementara, CEO Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq, Setia Irawan menegaskan, pihaknya memang fokus pada penguatan digitalisasi. Sebab, digitalisasi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Kami membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar langsung, sehingga tercipta SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi," katanya.
 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI