Utusan Tetap IPU untuk Urusan Timur Tengah DPR RI Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah
SinPo.id - Utusan Tetap Inter-Paliamentary Union (IPU) untuk Urusan Timur Tengah dari DPR RI, Jazuli Juwaini, menyerukan aksi nyata IPU untuk menghentikan agresi dan mencegah meluasnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Ia menegaskan, konflik di Timur Tengah tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah berkembang menjadi krisis regional yang melibatkan banyak negara dan aktor global.
"Agresi Israel terhadap Palestina merupakan akar persoalan yang terus memicu siklus kekerasan berkepanjangan," kata Jazuli, yang membawa misi kemanusiaan dan perdamaian ke Sidang IPU, dikutip Jumat, 24 April 2026.
Menurutnya, selama penjajahan dan kekerasan terhadap Palestina belum dihentikan, maka stabilitas kawasan tidak akan pernah benar-benar tercapai. Kemerdekaan Palestina, tegasnya, adalah kunci untuk memutus rantai konflik tersebut.
Pihaknya juga menyoroti eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang kian memperburuk situasi. Ia menggambarkan bahwa dinamika konflik tersebut telah meluas ke berbagai negara di kawasan, termasuk negara-negara Teluk yang terdampak serangan maupun ketegangan militer.
"Dampaknya tidak hanya berupa ancaman keamanan, tetapi juga merembet pada krisis ekonomi, energi, dan stabilitas sosial di kawasan. Jalur perdagangan strategis terganggu, ketegangan geopolitik meningkat, dan risiko perang terbuka semakin nyata," ungkapnya.
Jazuli menilai, konflik Timur Tengah telah melampaui batas-batas teritorial dan menjadi ancaman global, dan pendekatan militer hanya akan memperbesar skala penderitaan manusia, bukan menyelesaikan masalah.
"Puluhan ribu korban jiwa, luka-luka, pengungsi, serta kehancuran infrastruktur di berbagai wilayah menjadi bukti nyata bahwa krisis ini adalah tragedi kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan," tuturnya
Oleh sebab itu, pihaknya mendesak IPU untuk mengambil langkah yang lebih tegas dan konkret. Karena IPU tidak boleh hanya berhenti pada pernyataan atau kecaman, tetapi harus memimpin aksi global yang terkoordinasi untuk menghentikan agresi.
IPU juga harus dapat mendorong semua pihak, termasuk Israel, Amerika Serikat, dan Iran, kembali ke meja perundingan, serta memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional tanpa standar ganda. Mengingat kegagalan dalam menegakkan hukum internasional selama ini justru menjadi faktor utama yang memperpanjang konflik.
