DPR: Pengamanan PSN di Sulteng Butuh Sinergi OMSP dan Intelijen Terintegrasi
SinPo.id - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menegaskan pentingnya optimalisasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan penguatan intelijen terintegrasi demi mengamankan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta mitigasi radikalisme di Sulawesi Tengah.
Pasalnya, Sulawesi Tengah kini telah menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia, seiring dengan ekspansi kawasan industri berbasis hilirisasi nikel yang masuk dalam PSN.
“Pengembangan industri hilir berbasis sumber daya mineral, khususnya hilirisasi nikel di Sulawesi Tengah, terus berkembang sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Sukamta, dalam keterangan persnya, Kamis, 23 April 2026.
Terlebih, hilirisasi nikel juga telah menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan pendapatan nasional, didukung oleh pembangunan infrastruktur energi dan konektivitas seperti smelter, jaringan gas perkotaan, serta pengembangan Pelabuhan Teluk Palu.
Namun, kata Sukamta, meskipun ancaman radikalisme di Sulawesi Tengah mengalami penurunan signifikan pasca berakhirnya Operasi Madago Raya pada 31 Desember 2025, masih terdapat potensi pergeseran ancaman ke bentuk laten dan hibrida, terutama melalui propaganda digital.
“Potensi eksploitasi isu lingkungan terkait PSN maupun narasi ketidakadilan sosial oleh kelompok radikal masih tetap ada dan harus diantisipasi secara serius,” jelasnya.
Oleh sebab itu, pendekatan dalam mitigasi radikalisme tidak cukup hanya mengandalkan operasi kombatan, tetapi juga memerlukan strategi pencegahan dini yang komprehensif dan berkelanjutan.
Kemudian, pihaknya juga menekankan pentingnya penguatan intelijen terintegrasi sebagai kunci utama dalam menciptakan sistem early warning terhadap potensi sabotase PSN, radikalisme, serta berbagai ancaman non-konvensional lainnya.
“Tanpa optimalisasi OMSP dan intelijen terintegrasi, potensi gangguan terhadap PSN dapat menghambat pencapaian Asta Cita serta stabilitas keamanan nasional secara keseluruhan,” katanya menambahkan.
