Legislator Harap Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Berdampak pada Kenaikan Harga Bahan Pokok

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 20 April 2026 | 11:32 WIB
Ilustrasi pengendara motor mengisi BBM subsidi di SPBU (SinPo.id/Agus Priatna)
Ilustrasi pengendara motor mengisi BBM subsidi di SPBU (SinPo.id/Agus Priatna)

SinPo.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, berharap agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak berdampak luas terhadap harga kebutuhan pokok.

Pasalnya, penyesuaian harga saat ini hanya terjadi pada jenis BBM dengan Research Octane Number (RON) tinggi, sehingga seharusnya tidak memicu lonjakan harga kebutuhan dasar.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa kenaikan ini tidak merembet ke harga-harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus tetap dijaga, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus,” kata Rivqy, dalam keterangan persnya, dikutip Senin, 20 April 2026.

Menurutnya, dalam situasi global dan tekanan terhadap sektor energi, kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM bisa menjadi opsi yang pada akhirnya harus diambil pemerintah.

Namun, pihaknya meminta juga pemerintah untuk memperhatikan komunikasi terhadap publik agar tidak menimbulkan kegelisahan. Sehingga pemerintah perlu menyampaikan secara terbuka kondisi riil BBM nasional kepada masyarakat.

Ia menilai, transparansi terkait ketersediaan, beban subsidi, hingga tantangan distribusi akan membantu publik memahami alasan di balik kebijakan tersebut.

“Kami meminta pemerintah menjelaskan secara komprehensif bagaimana kondisi sebenarnya sektor BBM kita saat ini. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga memahami urgensinya,” unhkapnya.

Di samping itu, pihaknya juga menyoroti perlunya langkah antisipatif yang jelas, khususnya dari pemerintah dan BUMN energi terkait, dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi ke depan.

Dengan demikian, Rivqy berharap pemerintah dapat terus mengedepankan komunikasi publik yang transparan serta kebijakan yang berpihak pada perlindungan masyarakat, khususnya di tengah dinamika global.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI