Komisi XIII DPR Dorong Bulan Pancasila jadi Momentum Mengkaji Implementasi
SinPo.id - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso mendorong Bulan Pancasila yang identik dengan bulan Juni bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila dijadikan sebagai momentum untuk mengkaji implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara.
Ini disampaikan Sugiat dalam rapat dengar pendapat dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.
"Saya pingin pascapertemuan ini, kalau enggak ada anggaran dari BPIP, ya, sudahlah karena semangat kita bersama patungan pun jadi, tapi mudah-mudahan ada anggarannya, Juni nanti kita buat Bulan Pancasila, kita bahas semua cara kita bernegara" kata Sugiat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Menurut dia, perlu dibuat kajian mengenai sejauh mana Pancasila diterapkan, terlebih pascareformasi. Kajian ini dinilai penting untuk menentukan langkah masa depan Indonesia, khususnya menuju tujuan Indonesia Emas 2045.
"Kita bahas apakah ekonomi kita berpancasila? Apakah politik kita berpancasila? Apakah pendidikan kita berpancasila? Bahkan, apakah sosial budaya kita berpancasila?" ucap dia.
"Saya pikir, secara bersama-sama bulan Juni nanti kita rumuskan bersama dengan data yang konkret, dengan pendekatan apakah pendekatan kualitatif [atau] pendekatan kuantitatif melihat situasi bangsa ini," timpal Sugiat.
Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini mengusulkan hasil kajian nantinya disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, langkah ini sudah menjadi kewajiban bagi Komisi XIII DPR RI yang bermitra dengan BPIP.
"Kita sama-sama sampaikan kepada Bapak Presiden. 'Pak, ini ada kondisi riil cara kita berbangsa'," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya mengusulkan agar diselenggarakan rembuk nasional dengan melibatkan partisipasi masyarakat sipil, perwakilan partai politik, komunitas bisnis, hingga representasi pemerintahan.
"Sehingga terjadi dialog yang benar-benar dari hati ke hati dan kemudian itu menjadi momentum, 'Eh, ini Pancasila, bukan hanya abad ke-21, ya, ke depan ini mau bagaimana kerangka metodologi, kerangka aksinya?'" kata Willy.
Merespons hal itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan kesediaan lembaganya untuk mengimplementasikan usulan para legislator.
"Ini tentu akan kami jadikan sebagai momentum seperti harapan tadi, ya, terutama dua hal yang terakhir tadi yang diusulkan oleh Pak Sugiat. Tadi saya sudah rembukan bahwa kita akan melakukan itu. Jadi, BPIP supaya menganggarkan ini, sekalian dengan rembuk nasional," ucapnya.
