Mobil Dinas Dipakai ke Puncak, Pemprov DKI Buka Penyelidikan Internal

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 07 April 2026 | 12:52 WIB
Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Faisal Syafruddin (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Faisal Syafruddin (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka penyelidikan internal terkait dugaan penyalahgunaan kendaraan dinas oleh oknum pegawai setelah sebuah video viral memperlihatkan kendaraan berpelat dinas berada di kawasan Puncak.

Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Faisal Syafruddin, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dan kini berkoordinasi dengan Inspektorat untuk pemeriksaan lanjutan. 

“Kami tegaskan bahwa penggunaan kendaraan dinas harus sesuai dengan ketentuan dan peruntukannya. Tindakan penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan di luar kedinasan tidak dibenarkan,” ujar Faisal dalam keterangannya dikutip Selasa, 7 April 2026.

Adapun video yang beredar di media sosial itu memicu sorotan publik karena memperlihatkan kendaraan dinas diduga digunakan untuk kepentingan pribadi di luar wilayah kerja. 

Insiden ini kembali mengangkat isu lemahnya pengawasan terhadap penggunaan aset daerah di lingkungan birokrasi.

Faisal menyebut, temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi BPAD, khususnya dalam memperketat mekanisme kontrol penggunaan kendaraan dinas. 

“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami untuk memperkuat pengawasan dan memastikan seluruh pegawai semakin disiplin serta bertanggung jawab dalam penggunaan kendaraan dinas maupun aset daerah lainnya,” tuturnya. 

Di tengah kritik publik, kata dia, BPAD juga menyampaikan permohonan maaf. Faisal menilai respons masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset pemerintah. 

“Atensi dan masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI