Konflik Geopolitik Global Memanas, Anggota DPR Dorong Percepat Kemandirian Pangan
SinPo.id - Anggota DPR RI, Slamet, menyoroti meningkatnya tekanan terhadap ketahanan pangan nasional di tengah konflik geopolitik global yang mengakibatkan lonjakan harga energi.
Hal itu juga berdampak pada kenaikan biaya logistik dan produksi pangan dunia. Sehingga ia menekankan pentingnya percepatan kemandirian pangan yang berpihak pada masyarakat.
“Krisis ini harus menjadi momentum untuk membangun kemandirian pangan nasional yang lebih kuat, resilien, dan berpihak kepada petani serta masyarakat,” kata Slamet, dalam keterangan persnya, Senin, 6 April 2026.
Menurutnya, situasi global saat ini harus direspons dengan langkah strategis dan terukur. Pemerintah perlu mempercepat substitusi impor melalui pengembangan komoditas lokal seperti sorgum dan kedelai domestik, memperkuat cadangan pangan nasional, serta melakukan reformasi sistem logistik untuk menekan biaya distribusi.
Selain itu, perlindungan terhadap petani dan pelaku UMKM pangan harus diperkuat melalui jaminan pupuk subsidi dan dukungan pembiayaan. Diversifikasi negara sumber impor serta penguatan ekosistem pangan berbasis koperasi juga menjadi langkah penting.
Diketahui, Indonesia yang masih bergantung pada impor sejumlah komoditas strategis menghadapi risiko ganda, yaitu kenaikan harga global dan pelemahan nilai tukar.
Data menunjukkan bahwa Timur Tengah menyuplai sekitar 30 persen minyak dunia dan 20 persen jalur perdagangan global melewati Selat Hormuz, sehingga gangguan kawasan tersebut langsung berdampak pada harga energi dan biaya pengapalan global.
