Wamenhaj Soroti Keamanan Haji 2026, Harap Eskalasi Konflik Turun

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 29 Maret 2026 | 12:31 WIB
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak (SinPo.id/Kemenhaj)
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak (SinPo.id/Kemenhaj)

SinPo.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyoroti pentingnya aspek keamanan dan pesan perdamaian dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026, seiring meningkatnya dinamika konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Dahnil memastikan, persiapan operasional haji hingga kini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ia menyebut koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi berlangsung baik. Adapun keberangkatan perdana jemaah haji Indonesia dijadwalkan pada 22 April 2026.

“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kendala dalam persiapan. InsyaAllah, keberangkatan pertama jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026,” kata Dahnil dalam keterangannya, Minggu, 29 Maret 2026.

Kendati demikian, Dahnil menekankan bahwa situasi geopolitik global tetap menjadi perhatian serius. Dia mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan kelancaran penyelenggaraan haji sebagai bagian dari ikhtiar kolektif menghadapi ketidakpastian global.

“Kita berdoa kepada Allah SWT semoga penyelenggaraan Haji 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah,” tuturnya. 

“Kami juga memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar seluruh proses ini diberikan kemudahan," sambung dia. 

Dahnil menilai, ibadah haji tidak hanya bermakna ritual keagamaan, tetapi juga membawa pesan universal tentang perdamaian dan kesetaraan. 

Dia menyoroti pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

“Haji memiliki pesan kuat tentang perdamaian, kesetaraan umat manusia, serta perlindungan terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak,” ujar Dahnil. 

Dia berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara yang tengah berkonflik untuk menurunkan eskalasi dan mengedepankan dialog. 

“Kita berharap eskalasi konflik dapat menurun, sehingga pelaksanaan haji bisa berlangsung dengan aman,” ungkapnya. 

Lebih jauh, Dahnil juga mengaitkan penyelenggaraan haji dengan peran diplomasi Indonesia di panggung global. Dia menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong dialog antar pemimpin dunia.

“Kita berdoa semoga berbagai upaya yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam membangun dialog antar pemimpin dunia dapat membawa perdamaian global,” kata Dahnil.

Pemerintah, kata dia, akan terus mengoptimalkan seluruh tahapan penyelenggaraan haji demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah. 

Dia menegaskan, keberhasilan haji tahun ini tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis, tetapi juga situasi global yang kondusif.

“Haji harus menjadi instrumen untuk menghadirkan perdamaian dan keselamatan bagi seluruh umat manusia,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI