Legislator Golkar Puji Pemerintah Bisa Jaga Stok BBM Selama Lebaran 2026

Laporan: Juven Martua Sitompul
Kamis, 26 Maret 2026 | 16:57 WIB
Ilustrasi pengendara motor mengisi BBM subsidi di SPBU. (SinPo.id/Agus Priatna)
Ilustrasi pengendara motor mengisi BBM subsidi di SPBU. (SinPo.id/Agus Priatna)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menyambut baik kinerja pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama momentum Lebaran 2026.

Lamhot menilai apresiasi itu harus diberikan lantaran saat ini tidak ada kelangkaan BBM sehingga aktivitas masyarakat selama lebaran, terutama mudik berjalan lancar.

Menurut dia, stabilitas pasokan BBM tidak terlepas dari kerja terukur BPH Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat secara signifikan.

"Momentum Lebaran selalu menjadi ujian bagi ketahanan energi nasional. Namun pada 2026 ini, pemerintah mampu menunjukkan kesiapan yang matang. Pasokan BBM aman dan distribusinya terkendali," kata Lamhot dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 28 Maret 2026.

Dia mengatakan berdasarkan laporan yang diterima Komisi VII DPR, terjadi peningkatan konsumsi BBM selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya untuk jenis gasoline dan gasoil.

Lamhot menilai kenaikan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat lebih dari 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Meski demikian, Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menyebut tidak terjadi gangguan signifikan di lapangan. Hal ini menunjukkan sistem distribusi yang dibangun pemerintah mampu mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat akan BBM.

"BPH Migas berhasil menjalankan fungsi pengawasan dan pengaturan dengan baik, termasuk dalam menjamin ketersediaan stok di berbagai wilayah, terutama di jalur-jalur strategis mudik," ujarnya.

Lamhot juga menyoroti langkah antisipatif pemerintah melalui penambahan stok BBM di terminal utama, optimalisasi armada distribusi, serta penyediaan SPBU modular di titik-titik rawan kepadatan.

Menurut dia, strategi ini sangat efektif dalam mencegah kelangkaan BBM di daerah tujuan mudik. Lamhot juga mengapresiasi keberhasilan Kementerian ESDM karena dinilai berhasil melakukan koordinasi lintas sektor dengan baik, termasuk bersama BUMN energi dan aparat keamanan.

Sinergi tersebut dinilai Lamhot menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional. Ketua DPP Partai Golkar ini menilai keberhasilan ini mencerminkan pendekatan teknokratis yang berbasis data dan perencanaan matang.

"Ini bukan kerja instan. Ada perencanaan jangka panjang, simulasi kebutuhan, hingga pemetaan risiko yang dilakukan jauh hari sebelum Lebaran," kata dia.

Dengan upaya antisipasi yang telah dilakukan pemerintah, Lamhot berharap stok BBM bisa terus terjaga demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan bahan bakar.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI