Komisi X DPR Tegaskan Pentingnya Penguatan Literasi di Tengah Derasnya Arus Informasi

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 26 Maret 2026 | 16:35 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat (Rerie). (SinPo.id/Dok. MPR)
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat (Rerie). (SinPo.id/Dok. MPR)

SinPo.id - Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya penguatan literasi masyarakat, di tengah derasnya arus informasi saat ini, yang menjadi tantangan kehidupan berbangsa.

Menurutnya, literasi di era digital tidak lagi sekadar kemampuan membaca, tetapi juga menuntut kemampuan berpikir kritis dalam memahami dan menyaring informasi.

“Tantangan literasi saat ini sangat berat. Masyarakat harus mampu berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi,” kata Lestari, dalam keterangan persnya, Kamis, 26 Maret 2026.

Terlebih berdasarkan data Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan bahwa capaian literasi peserta didik masih perlu ditingkatkan.

Pasalnya, pemahaman tekstual tercatat hanya sebesar 49,21 persen, pemahaman inferensial 43,21 persen, serta kemampuan evaluatif dan apresiatif terhadap teks sebesar 45,32 persen.

Ia pun menilai semua capaian tersebut mengindikasikan bahwa lebih dari separuh peserta didik belum memiliki fondasi literasi yang kuat.

“Ini bukan sekadar persoalan angka, tetapi ancaman nyata bagi daya saing dan kedaulatan bangsa,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan sejumlah tantangan dalam peningkatan literasi nasional, seperti kesenjangan literasi antarwilayah, dominasi budaya lisan dibandingkan budaya tulis, harga buku yang relatif mahal, serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga.

Oleh sebab itu, Lestari mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap buku berkualitas melalui penguatan perpustakaan serta penghapusan pajak buku, termasuk PPN dan pajak bahan baku kertas. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI