Cegah Learning Loss, Praktikno: Proses Belajar Siswa Tetap Berjalan Luring

Laporan: Tio Pirnando
Selasa, 24 Maret 2026 | 17:23 WIB
Ilustrasi siswa-siswi SMA sedang mengikuti upacara (SinPo.id/ Dok. Dikbud)
Ilustrasi siswa-siswi SMA sedang mengikuti upacara (SinPo.id/ Dok. Dikbud)

SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang  Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Praktikno mengatakan, pemerintah tetap memprioritaskan proses pembelajaran peserta didik secara normal tatap muka atau luring di sekolah. Hal ini demi mencegah terjadinya penurunan kualitas pendidikan, di tengah situasi krisis global. 

"Di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring (luar jaringan/tatap muka) bagi siswa," kata Pratikno dalam keterangannya, Selasa, 24 Maret 2026. 

Praktikno menyampaikan, memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring. Namun, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini. 

"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama," ujarnya.

Mantan Rektor UGM ini lantas menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang. 

Selain itu, perjalanan dinas yang non-esensial harus dipangkas, optimalisasi pertemuan dan rapat secara daring, serta penerapan FWA (flexible working arrangement) secara terukur sebagai bagian dari transformasi kerja yang lebih efektif dan efisien. 

"Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien," pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI