Menag Harap Nilai-nilai Ramadan Tak Hilang Pascalebaran

Laporan: Tio Pirnando
Selasa, 24 Maret 2026 | 15:18 WIB
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar (SinPo.id/ Dok. Kemenag)
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar (SinPo.id/ Dok. Kemenag)

SinPo.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menjaga dan menginternalisasi nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari setelah Idulfitri. Karena, keberhasilan Ramadan tak hanya diukur dari ibadah selama bulan suci, tetapi dari konsistensi perilaku setelahnya. 

"Yang paling penting, nilai-nilai Ramadan itu harus dipatrikan dalam diri kita. Kejujuran, keadilan, kebersamaan, toleransi, dan sifat-sifat keutamaan yang lainnya, jangan sampai nanti lewat Ramadhan kita kembali kambuh lagi. Nilai-nilai itu harus dipatrikan dalam diri kita," kata Nasaruddin dalam keterangannya, Selasa, 24 Maret 2026. 

Nasaruddin mengingatkan agar nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan tidak hilang setelah bulan suci berakhir. Ramadan merupakan proses pembentukan karakter yang mencakup penguatan nilai kejujuran, keadilan, kebersamaan, dan toleransi. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Dia menilai, konsistensi dalam menjaga nilai-nilai tersebut akan berdampak pada kualitas kehidupan berbangsa. Masyarakat yang mampu mempertahankan spirit Ramadan dinilai dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis dan produktif.

"Kalau ini kita ikuti perkembangan Ramadan, maka kita akan menjadi produk Ramadan yang sangat sejuk, sangat indah, cerah dan mencerahkan," kata dia.

Selain itu, Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek yang dapat merusak kohesi sosial.

"Saya minta persatuan dan kesatuan. Jangan sampai kita terkecoh oleh satu kepentingan sesaat, lalu saling menyikut antar sesama warga bangsa. Itu akan melemahkan sendi-sendi kebangsaan kita," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI