Sowan ke Kiai Sepuh, Mensos: Idulfitri Momentum Jaga Silaturahmi
SinPo.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memanfaatkan suasana Idulitri 1447 Hijriah, dengan bersilaturahmi dan sowan kepada para masyayikh di Surabaya hingga Kediri.
Menurut Gus Ipul, Idulfitri bukan hanya menjadi momentum untuk saling bermaafan, tetapi juga saat yang tepat menyambung sanad silaturahmi, memuliakan para kiai, serta memohon doa agar kehidupan senantiasa diberi keberkahan dan keteduhan.
"Alhamdulillah, di hari kedua Idulfitri ini kami masih diberi nikmat dan kesempatan untuk sowan, sungkem, dan bersilaturahmi dengan para masyayikh. Bagi kami, lebaran bukan hanya soal bermaafan, tetapi juga momentum untuk menyambung sanad silaturahmi, memuliakan para kiai, dan mengetuk pintu doa dari para ulama agar hidup senantiasa diberi keberkahan, keteduhan, dan istiqamah dalam khidmah," kata Gus Ipul, Senin, 23 Maret 2026.
Rangkaian silaturahmi tersebut dimulai dengan sowan ke Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Pesantren Miftachussunnah Surabaya. Setelah itu, Gus Ipul melanjutkan kunjungan ke Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar di Kediri.
Perjalanan silaturahmi kemudian berlanjut ke Gubuk Teras Ploso untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan Gus Kautsar. Dari sana, Gus Ipul meneruskan sowan ke KH Nurul Huda Djazuli di Pesantren Ploso Kediri, sebelum akhirnya melanjutkan kunjungan ke Ndalem KH Anwar Mansyur di Pesantren Lirboyo, Kediri.
Menurut Gus Ipul, tradisi sowan kepada para ulama dan masyayikh merupakan bagian penting dari warisan akhlak dan budaya pesantren yang perlu terus dijaga. Melalui silaturahmi itu, umat tidak hanya mempererat hubungan batin dan persaudaraan, tetapi juga meneguhkan nilai hormat kepada para guru dan alim ulama.
"Silaturahmi kepada para kiai dan masyayikh adalah bagian dari ikhtiar menjaga adab, merawat sanad keilmuan, serta meneguhkan ukhuwah. Dari para ulama itulah kita belajar keteladanan, kesabaran, dan keikhlasan dalam mengabdi," ujar Sekretaris Jenderal PBNU itu.
