Kepala BGN: 1 SPPG Rata-rata Terima Uang Rp1 Miliar per Bulan

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 19 Maret 2026 | 14:59 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana (SinPo.id/ Dok. BGN)
Kepala BGN Dadan Hindayana (SinPo.id/ Dok. BGN)

SinPo.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  menerima aliran dana sekitar Rp1 miliar per bulan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dana tersebutlah yang menciptakan perputaran ekonomi di wilayah masing-masing SPPG. 

"Jadi, satu SPPG rata-rata akan menerima uang Rp1 miliar per bulan," kata Dadan dalam keterangannya, Kamis, 19 Februari 2026. 

Dadan mencontohkan perputaran dana di Jawa Barat yang telah memiliki sekitar 5.000 SPPG. Di mana, perputaran dananya mencapai Rp5 triliun setiap bulan. Dengan demikian, kebutuhan untuk MBG pun dipasok oleh produk lokal. 

Apalagi, sejak awal, program MBG dirancang untuk mendorong pemanfaatan sumber daya lokal. Kebutuhan pangan dalam program ini diharapkan dipenuhi dari produksi daerah sekitar, sehingga membuka peluang pasar bagi petani, pelaku usaha, hingga industri pangan lokal.

"Kalau di Jawa Barat sudah ada 5.000 SPPG, itu artinya uang di Jawa Barat beredar Rp5 triliun per bulan. Dengan sekarang sudah berjalan 2,5 bulan, itu uang di Jawa Barat kurang lebih sudah beredar sekitar Rp11-12 triliun. Inilah yang menggerakkan roda ekonomi di setiap daerah dan kemudian menjadi isu hal lokal di mana pemenuhan kebutuhan pangan seharusnya dipasok lokal," paparnya. 

Untuk itu, tegas Dadan, program MBG  tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi di berbagai daerah. Dia menerangkan, sebagian besar anggaran BGN langsung disalurkan ke daerah melalui mekanisme virtual account yang terhubung dengan SPPG di seluruh Indonesia.

"Uang Badan Gizi Nasional, 93 persen itu langsung disalurkan dari KPPN melalui virtual account. Masuk di virtual account seluruh SPPG di seluruh Indonesia yang jumlahnya sudah 25.574. Jadi dengan program ini terjadi pemerataan pengiriman uang di setiap daerah," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI