‘Nostradamus Tiongkok’ Jiang Xueqin Viral Usai Ramalkan Konflik Iran dan Serangan Trump
SinPo.id - Seorang akademisi Beijing, Profesor Jiang Xueqin, yang dijuluki “The Chinese Nostradamus,” tengah viral di media sosial setelah sejumlah prediksi politiknya tampak selaras dengan kejadian nyata baru-baru ini.
Jiang, pendidik dan penulis yang membagikan kuliahnya melalui YouTube dan Substack melalui proyek Predictive History, sebelumnya meramalkan Donald Trump kembali menjadi Presiden AS untuk masa jabatan kedua dan ketegangan dengan Iran kemungkinan meningkat menjadi perang total.
Ketika krisis Timur Tengah kian memanas, jutaan orang meninjau kembali kuliahnya tahun 2024 berjudul The Iran Trap, yang memprediksi invasi skala penuh oleh AS dan Inggris, didukung negara sekutu lainnya. Jiang menggunakan analisis pola sejarah untuk memproyeksikan kemungkinan peristiwa geopolitik di masa depan, terinspirasi dari filosofi Confucius: “Pelajari masa lalu jika ingin meramalkan masa depan.”
Profesor yang berbasis di Beijing ini pernah bekerja dengan Harvard Global Education Innovation Initiative, menulis buku tentang reformasi pendidikan, dan mengorganisasi program studi luar negeri di sekolah-sekolah bergengsi di Tiongkok.
Prediksi Jiang kembali ramai setelah serangan militer di Iran menimbulkan ketakutan konflik yang lebih luas. Serangan itu dipicu saat Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melancarkan serangan militer terkoordinasi terhadap kemampuan nuklir Iran. Balasan Iran menargetkan pangkalan militer AS di kawasan, yang juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Hosseini Khamenei.
Jiang sebelumnya menulis bahwa masa jabatan kedua Trump dapat memicu invasi langsung ke Iran. Ia meramalkan Amerika Serikat akan terjebak di medan pegunungan Iran, mirip kesulitan yang dialami AS di Vietnam pada dekade 1960-an dan 1970-an.
Profesor Jiang juga mengidentifikasi tiga faktor yang mendorong AS ke perang dengan Iran: pengaruh Israel lobby, ketergantungan Amerika pada kekuasaan global, dan rivalitas lama Iran-Saudi yang kerap dimainkan melalui konflik proksi.
Lebih lanjut, Jiang memprediksi invasi skala penuh AS ke Iran bisa dilancarkan pada Maret 2027, didukung Israel, Arab Saudi, Inggris, Australia, Uni Emirat Arab, dan Polandia. Menurutnya, Iran memiliki keunggulan strategis untuk perang panjang, sementara militer AS “tidak dirancang untuk menghadapi perang abad ke-21.”
Prediksi Jiang menarik perhatian publik dan media karena kemiripannya dengan figur peramal terkenal seperti Nostradamus dan Baba Vanga, yang sering kembali dibahas ketika peristiwa dunia tampak mencerminkan peringatan mereka.

