Ikut Bukber PDIP, Alex: Muhammadiyah Sumbar Luar Biasa

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 09 Maret 2026 | 20:24 WIB
Ketua PDI Perjuangan (PDIP) Sumatra Barat (Sumbar) Alex Indra Lukman. Istimewa
Ketua PDI Perjuangan (PDIP) Sumatra Barat (Sumbar) Alex Indra Lukman. Istimewa

SinPo.id - Ketua PDI Perjuangan (PDIP) Sumatra Barat (Sumbar) Alex Indra Lukman mengucapkan banyak terima kasih pada Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Barat periode 2022-2027, Buya Bakhtiar, atas kesediaannya hadir pada kegiatan buka bersama.

"Kehadiran jajaran pengurus PWM Sumatera Barat di acara ini, membuktikan kerja sama yang telah dibangun, bukan semata kiasan dan kepentingan jangka pendek di momen Pemilu semata," kata Alex dalam keterangannya, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Alex menyebut buka bersama ini jadi makin istimewa, karena tausyiah jelang berbuka, disampaikan Buya Bakhtiar dengan tema 'Puasa dan Pentasyarufan Kebajikan'.

Bersama Buya Bakhtiar, ikut mendampingi Wakil Ketua Bidang Ekonomi, Bisnis dan Industri Halal PWM Sumatera Barat, Buya Yosmeri Yusuf. Juga hadir Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah (PWA) Sumbar, Syur'aini bersama Delvina (sekretaris) dan Jusmawati (wakil ketua).

Sementara, buka bersama ini diikuti anggota DPRD provinsi, kabupaten/kota dari PDIP serta perwakilan pengurus cabang serta jajaran pengurus lainnya.

Alex menyampaikan kerja sama PDIP dengan PWM Sumatra Barat, telah jadi perbincangan di internal partai baik di daerah hingga pusat.

Terlebih, Presiden Sukarno yang memiliki ikatan historis dan ideologis kuat dengan PDIP, juga berlatarbelakang perserikatan Muhammadiyah.

"Kenapa, PDI Perjuangan selama ini tidak punya suara di basis komunitas Muhammadiyah. Ini yang jadi perbincangan menarik di internal partai," kata Alex yang dipercaya partai jadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.

Di mata Alex, kerja sama yang berhasil dikolaborasikan dengan PWM, seperti berbagai agenda bakti sosial saat terjadinya bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Sumbar, merupakan hal yang tak biasa.

"Kehadiran Muhammadiyah bersama kami yang ‘merah-merah’ ini, merupakan sesuatu hal yang luar biasa. Jika bersama partai lainnya, itu sudah biasa," kata Alex.

"Karena itu, secara pribadi dan selaku ketua PDI Perjuangan Sumatra Barat, saya bertekad untuk berkerjasama dan saling membesarkan bersama Muhammadiyah," timpal Alex yang juga Ketua Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR RI.

Dalam amanatnya, Alex meminta pengurus cabang, untuk mulai berkomunikasi dengan pengurus muhammadiyah di wilayahnya masing-masing dalam melanjutkan kiprah pengabdian ke masyarakat.

"Satu kursi DPR RI milik PDI Perjuangan ini, tak bisa lepas dari hasil rekomendasi PWM Sumbar. Pada kesempatan yang berharga ini, saya ucapkan terima kasih atas dukungan berupa rekomendasi yang telah diberikan pada Pemilu 2024," kata Alex.

Selain itu, Alex meminta pengurus cabang, untuk juga menjalin komunikasi dengan pengurus daerah muhammadiyah di daerahnya masing-masing.

"Kedepan, semua program kerakyatan itu akan dilakukan melalui partai. Sementara, bidang keagamaannya melalui Muhammadiyah. Memang, semuanya akan jadi perhatian kita, tentunya dimulai dari yang dekat dengan kita dulu," kata Alex.

Di momen itu, Alex juga mengumumkan dua pengurus cabang yang terus berkegiatan atas nama partai dengan mengambil momentum bulan Ramadhan 1447 H/2026 M. Yakni, PDIP Kabupaten Agam dan Kota Padang yang mengadakan kegiatan Daurah Tahfizh Al-Aqur’an.

Puasa dan Pentasyarufan Kebajikan

Sementara, dalam tausyiahnya, Buya Bakhtiar menukil tentang pentingnya berkomitmen dengan kebajikan, yang dikaitkan dengan asbabun nuzul (sejarah turunnya ayat) QS Al Baqarah: 177.

"Puasa Ramadhan itu ending-nya adalah menghantarkan kita sebagai orang bertakwa (QS Al Baqarah: 185). Puasa itu juga menegaskan, bahwa kesalehan ritual harus sejalan dengan kesalehan sosial. Artinya puasa mesti menjadikan setiap orang yang mencapai predikat takwa, mampu melakukan pentasyarufan kebajikan," kata Buya Bakhtiar.

Pada kesempatan itu juga, Buya Bakhtiar mengurai pesan dibalik kata takwa yang akan diraih setiap orang yang berpuasa dengan benar. Yakni, pribadi yang sangat berhati-hati dalam beraktivitas dalam keseharian. Sehingga, tingkah lakunya tidak memicu persepsi negatif di tengah masyarakat.

"Dalam kitab ahkam, takwa itu diibaratkan seperti ekor unta yang tengah berjalan di terik matahari di padang pasir yang penuh batu-batu tajam dan duri. Unta itu tentunya akan melangkah dengan sangat hati-hati," kata Buya Bakhtiar.

Buya Bakhtiar menegaskan dalam kerangka membangun silaturahmi dengan partai politik, PWM Sumbar merekomendasikan salah seorang tokoh Angkatan Muda Muhammadiyah Sumatera Barat, Muhammad Fakhri, untuk berkiprah di PDIP.

"Sebelumnya, Fakhri ini Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) yang kemudian juga dipercaya jadi Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PWM Sumbar," ucapnya.

"Kita sengaja utus seorang aktivis muda Muhamadiyah ke PDI Perjuangan. Semoga, tali silaturahmi yang telah kita sambung di masa jelang Pemilu 2024 lalu, bisa terus memberikan kemaslahatan bagi umat," kata Buya Bakhtiar.

Buya Bakhtiar juga menyinggung peran Yosmeri Yusuf di momen Pemilu serentak 2024 lalu. Saat itu, Yosmeri Yusuf ditugaskan sebagai Ketua Lembaga Hikmah Kebijakan Publik (LHKP) PWM Sumbar.

Lembaga ini adalah unsur pembantu pimpinan yang fokus mengkaji, merespons dan mengadvokasi isu politik kebangsaan serta kebijakan publik berdasarkan nilai Islam berkemajuan.

"Bang Alex ini, merupakan salah seorang yang direkomendasikan PWM Sumbar di Pemilu 2024 berdasarkan rekomendasi LHKP yang dipimpin Buya Yosmeri. Alhamdulillah, Bang Alex terpilih dan sampai sekarang terus membersamai Muhammadiyah dalam mencapai tujuan perserikatan," kata Buya Bakhtiar.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI