Redam Dampak Konflik Timteng, Maman Dorong Masyarakat Konsumsi Produk Lokal

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 05 Maret 2026 | 15:51 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman (SinPo.id/ Dok. Kemenumkm)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman (SinPo.id/ Dok. Kemenumkm)

SinPo.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan pentingnya memperkuat pasar dalam negeri di tengah meningkatnya ketidakpastian global dengan memprioritaskan konsumsi produk lokal sebagai penopang utama perekonomian nasional.

"Dampak perang di Timur Tengah terhadap perekonomian dunia antara lain kenaikan harga minyak dan penguatan nilai tukar dolar AS. Karena itu, kita perlu memperkuat pasar dalam negeri, salah satunya melalui peningkatan konsumsi produk lokal," kata  Maman dalam keterangannya, Kamis, 5 Maret 2026. 

Menurut Maman, pasar domestik Indonesia memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan dan dijaga secara konsisten guna mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. 

Ia mengutip pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa sekitar 50 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik.

"Kalau kita berbicara mengenai pasar Indonesia, sebagaimana disampaikan Pak Airlangga, kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 50 persen. Ini menunjukkan betapa strategisnya kekuatan pasar dalam negeri," katanya.

Dalam konteks tersebut, pemerintah terus memperkuat langkah perlindungan terhadap pengusaha UMKM, salah satunya melalui upaya mensterilisasi pasar domestik dari peredaran barang impor ilegal yang merugikan produk dalam negeri.

Maman menegaskan, akses pembiayaan yang selama ini terus diperluas akan menjadi tidak optimal apabila pasar dipenuhi barang impor ilegal dengan harga yang tidak wajar.

"Percuma pengusaha UMKM mendapatkan akses pembiayaan jika mereka tidak mampu menjual produknya karena pasar dibanjiri barang impor ilegal dengan harga yang tidak masuk akal. Pasar inilah yang harus kita amankan," ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah sedang melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk merapikan tata kelola perdagangan dalam negeri serta memperkuat pengawasan terhadap masuknya barang impor ilegal. Langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan ekosistem usaha yang adil dan sehat, sehingga pengusaha UMKM memiliki ruang tumbuh yang lebih luas di pasar domestik.

Maman juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terjebak dalam saling menyalahkan atas maraknya produk impor ilegal. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa penguatan UMKM pada akhirnya sangat bergantung pada keberpihakan terhadap produk dalam negeri.

"Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun kesadaran bahwa jika ingin UMKM tumbuh dan berkembang, maka pasar dalam negeri harus kita jaga dan amankan," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI