Gerindra Kritik Usulan Ambang Batas Parlemen 7%, Muzani: Terlalu Tinggi bagi Parpol

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 23 Februari 2026 | 03:17 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani (SinPo.id/ Instagram)
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani (SinPo.id/ Instagram)

SinPo.id -  Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menilai usulan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 7% terlalu tinggi bagi partai politik. Pernyataan ini disampaikan Muzani saat hadir di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta Barat, Minggu 22 Februari 2026.

"Tapi saya kira kalau 7% terlalu tinggi. Saya kira kalau 7% ya memang terlalu tinggi dan itu tidak ringan bagi partai politik untuk mencapai itu," ujar Muzani.

Muzani menambahkan, meskipun ambang batas parlemen penting untuk dipertahankan, penentuan angkanya sebaiknya diserahkan kepada DPR.

"Parliamentary threshold saya kira sesuatu yang masih perlu untuk dipertahankan, tapi berapa jumlahnya saya kira tergantung kebutuhan. Saya kira nanti menjadi kesepakatan teman-teman di DPR," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyatakan partainya akan tetap konsisten mendorong ambang batas parlemen menjadi 7%. Paloh menilai angka tersebut lebih efektif untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan implementasi manfaat demokrasi.

"Saya pikir biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten aja di situ... dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif," kata Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2).

Paloh juga menekankan bahwa demokrasi harus memberikan manfaat dan konsistensi bagi tujuan kemerdekaan, serta menekankan peran partai politik dalam membangun kesadaran masyarakat.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI