Rano Siapkan Pasokan Beras di Jakarta hingga Tiga Ribu Ton per-Hari

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 12 Februari 2026 | 16:56 WIB
Wagub DKI Jakarta Rano Karno (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Wagub DKI Jakarta Rano Karno (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri panen bersama di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama antardaerah antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi.

Rano mengatakan kolaborasi tersebut lahir dari kebutuhan menjaga pasokan pangan Jakarta yang setiap hari mencapai ribuan ton.

“Kerja sama ini lahir dari kesadaran sederhana bahwa ketahanan pangan tidak dibangun dengan wacana, melainkan dengan keberanian untuk bekerja sama. Kita ingin pasokan terjaga dan harga tetap wajar, petani tersenyum, serta warga Jakarta merasa tenang menyambut Ramadan, Imlek, dan hari-hari besar lainnya dengan stok pangan yang cukup,” kata Pramono. 

Dia menjelaskan, kerja sama itu mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2020 dan telah diawali dengan penyusunan kesepakatan bersama. Implementasi teknis selanjutnya dilakukan perangkat daerah terkait.

Menurut Rano, tindak lanjut kerja sama dijalankan melalui skema business to business (B2B) antara BUMD DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan mitra usaha di Cianjur. Skema tersebut diperkuat melalui pola government to government antara Pemprov DKI dan Pemerintah Kabupaten Cianjur.

“Tindak lanjut kerja sama ini dilaksanakan melalui skema business to business (B2B), yakni antara BUMD Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini PT Food Station Tjipinang Jaya, dengan mitra usaha di Kabupaten Cianjur. Skema ini juga diperkuat melalui kerja sama government to government antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cianjur,” ungkapnya. 

Dalam jangka pendek, kata dia, kerja sama difokuskan pada komoditas padi dan beras serta pemanfaatan laboratorium pertanian untuk pengujian mutu dan perbenihan. 

"Langkah ini ditujukan untuk menjamin kualitas komoditas sebelum dipasarkan di Jakarta," tuturnya. 

Rano memaparkan kebutuhan pangan Jakarta per hari, antara lain beras sebanyak 2.700–3.000 ton, cabai sekitar 120 ton, daging sapi 65 ton, serta daging ayam 750–800 ton. Menurut dia, potensi lahan pertanian Cianjur yang luas dan subur menjadi kekuatan utama menopang kebutuhan tersebut.

“Jakarta mungkin tidak memiliki lahan, tetapi memiliki kapasitas fiskal yang besar. Anggaran besar ini harus dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan,” kata Rano. 

Dia berharap kerja sama yang berlaku lima tahun itu menjadi fondasi pengembangan kolaborasi lebih luas dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya Dodot Tri Widodo mengatakan panen tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama dengan PT Tunas Bumi Emas Lestari pada 2025 untuk meningkatkan volume pasokan dan memperluas kemitraan petani di Cianjur. 

Menurutnya, dari total 150 hektare lahan, sekitar 100 hektare ditanami varietas IR64 dan Inpari 32, serta 50 hektare varietas pandan wangi.

“Berdasarkan data yang kami baca dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Cianjur mencapai sekitar 630 ribu ton per tahun atau setara dengan 315 ribu ton beras. Artinya, Kabupaten Cianjur berada dalam kondisi surplus produksi. Surplus inilah yang diharapkan dapat memasok kebutuhan DKI Jakarta, mengingat kebutuhan beras di Ibu Kota sangat besar,” ujar Dodot.

Dia menambahkan, tantangan saat ini adalah kenaikan harga gabah di tingkat petani, sementara harga eceran tertinggi (HET) tetap. Harga pembelian gabah pemerintah berada di angka Rp6.500 per kilogram, sedangkan harga di tingkat sawah bisa mencapai Rp6.800 per kilogram dan sekitar Rp7.000 per kilogram setelah ditambah biaya angkut.

“Ini menjadi tantangan bagi kami untuk tetap menjaga stabilitas,” kata Dodot.

Menurut dia, sinergi antara Food Station dan petani Cianjur diharapkan memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat dan nasional. 

“Tujuan akhirnya adalah menjaga pasokan beras Jakarta tetap aman sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Cianjur,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI