Komisi XI DPR Soroti Tata Kelola Pasar Modal Usai Catatan MSCI

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 10 Februari 2026 | 21:12 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Kholid (SinPo.id/Dok.PKs)
Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Kholid (SinPo.id/Dok.PKs)

SinPo.id - Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid, menyoroti kondisi pasar modal dan pasar surat utang nasional setelah adanya catatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait tata kelola pasar modal Indonesia.

“Kami di Komisi XI sangat concern dengan apa yang terjadi di pasar modal dan pasar utang kita," kata Kholid, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

"MSCI telah memberikan catatan, dan kita berharap ada perbaikan terutama dari sisi governance dan tata kelola pasar modal, agar praktik-praktik seperti saham goreng-menggoreng tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Ia pun menekankan pentingnya komitmen dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan reformasi serius demi memperbaiki kredibilitas pasar modal nasional.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti outlook negatif yang diberikan oleh Moody’s terhadap surat utang Indonesia. Menurutnya, hal ini harus menjadi peringatan penting bagi pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Outlook negatif dari Moody’s terhadap surat utang kita menjadi catatan penting. Isu governance, predictability, investability, serta kesinambungan fiskal harus benar-benar diperhatikan, termasuk upaya peningkatan penerimaan pajak,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Komisi XI akan terus mendorong sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Karena kesinambungan fiskal harus menjadi prioritas utama agar tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, baik domestik maupun global.

“Kami dari Fraksi PKS Komisi XI terus mendorong pemerintah—baik otoritas fiskal, Menteri Keuangan, OJK, maupun Bank Indonesia—untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," tuturnya.

"Tata kelola harus mendapatkan kepercayaan global agar pasar modal, sektor keuangan, dan surat utang kita semakin kredibel,” kata Kholid menambahkan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI